Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Khalil Al-Hayya, Bos Hamas Muncul Perdana setelah Gagal Dibunuh Israel

Khalil Al-Hayya, senior Hamas dan kepala negosiasi sebelumnya, muncul perdana di publik setelah Israel gagal membunuhnya dalam serangan di Qatar.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Khalil Al-Hayya, Bos Hamas Muncul Perdana setelah Gagal Dibunuh Israel
Tangkapan Layar YouTube Al Arabi
BOS HAMAS - Tangkapan layar YouTube Al Arabi, Minggu (5/10/2025), memperlihatkan Khalil Al-Hayya, senior Hamas dan kepala negosiasi sebelumnya, muncul perdana di publik dalam publikasi Telegram Hamas, setelah Israel gagal membunuhnya dalam serangan di Qatar pada 9 September lalu. 

Serangan Israel di Doha terjadi setelah pertemuan antara Hamas dan perdana menteri Qatar untuk membahas usulan gencatan senjata AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia diberitahu oleh Departemen Pertahanan (Pentagon) bahwa Israel berencana menyerang Doha.

Ia meminta Utusan Khususnya Steve Witkoff untuk memberi tahu Qatar, namun terlambat.

Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengatakan mereka menerima kabar dari AS sekitar sepuluh menit setelah serangan itu terjadi.

Dalam pernyataannya pada hari Selasa, Gedung Putih menepis tuduhan bahwa AS terlibat dalam serangan tersebut dan menegaskan semua itu keputusan Netanyahu.

AS menenangkan Qatar bahwa serangan seperti itu tidak akan terjadi lagi, membuktikannya dengan meresmikan perintah eksekutif pada 29 September yang menyatakan bahwa serangan terhadap Qatar sama dengan ancaman terhadap AS.

Khalil Al-Hayya

Khalil Ismail Ibrahim Al-Hayya yang dikenal juga dengan panggilan Abu Osama, lahir di Gaza pada 5 November 1960. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ia bukan sekadar tokoh politik, melainkan juga seorang ulama dan intelektual yang dikenal karena keteguhannya memperjuangkan hak rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel.

Perjalanan pendidikannya menunjukkan sosok yang haus ilmu. 

Khalil al-Hayya meraih gelar sarjana dari Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Gaza pada tahun 1983, lalu melanjutkan studi magister di Universitas Yordania dalam bidang Ilmu Hadis. 

Ia kemudian menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Al-Qur’an dan Ilmu Islam Sudan pada tahun 1997. 

Aktivitas politiknya dimulai sejak masa Intifada pertama tahun 1987. 

Sejak itu, Al-Hayya menjadi bagian penting dalam struktur kepemimpinan Hamas. 

Ia pernah menjabat sebagai kepala biro media Hamas dan kemudian menjadi wakil kepala biro politik Hamas di Gaza. 

Dalam Pemilu 2006, Al-Hayya terpilih sebagai anggota Dewan Legislatif Palestina mewakili Kota Gaza.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas