Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.324, Rusia akan Hancurkan Rudal Tomahawk

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.324, Rusia akan menghancurkan rudal Tomahawk dan peluncurnya jika AS mengirimkannya ke Ukraina.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.324, Rusia akan Hancurkan Rudal Tomahawk
Laman US Navy
RUDAL TOMAHAWK - Foto USS Antietam (CG 54) melakukan skenario serangan rudal jelajah darat Tomahawk (TLAM), 20 September 2020, yang menargetkan wilayah Farallon de Medinilla, yang terletak di pulau tak berpenghuni seluas 200 hektar di lepas pantai Guam sebagai bagian dari Valliant Shield 2020, diambil dari web US Navy, Kamis (9/10/2025). 

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menguasai desa Novohryhorivka di wilayah Zaporizhzhia, dan serangan di wilayah Kherson serta Sumy menewaskan total enam warga sipil.

Rusia akan Hancurkan Rudal Tomahawk AS jika Dikirim ke Ukraina

Rusia memperingatkan jika Amerika Serikat memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina, Moskow akan menembak jatuh rudal-rudal itu dan mengebom lokasi peluncurannya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Andrei Kartapolov, ketua komite pertahanan parlemen Rusia, yang mengatakan Rusia akan membalas terhadap pihak yang memasok atau menggunakan rudal tersebut.

"Respons kami akan tegas, ambigu, terukur, dan asimetris. Kami akan mencari cara untuk melukai mereka yang menyusahkan kami," kata Andrei Kartapolov kepada kantor berita pemerintah RIA Novosti.

Ia menyatakan rudal Tomahawk tidak akan mengubah banyak di medan perang karena dipasok dalam jumlah kecil, dan Rusia sudah mengetahui cara menghadapi rudal itu—sehingga ancaman utama akan ditujukan pada negara pemasok dan lokasi peluncuran. 

Jika Ukraina menyiapkan lokasi peluncuran, ia mengatakan Rusia akan memakai drone dan rudal untuk menghancurkannya.

"Kami sangat mengenal rudal-rudal ini, bagaimana mereka terbang, bagaimana cara menembak jatuhnya; kami pernah bekerja dengan mereka di Suriah, jadi tidak ada yang baru. Satu-satunya masalah akan muncul bagi mereka yang memasok dan menggunakannya; di situlah masalahnya," lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia ingin tahu bagaimana Ukraina akan menggunakan Tomahawk sebelum menyetujuinya, karena khawatir memicu eskalasi — meski ia menyebut telah "membuat keputusan" terkait hal itu.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, memperingatkan Washington agar berhati-hati, mengatakan pasokan Tomahawk akan menjadi langkah eskalasi serius yang mengubah situasi secara "kualitatif".

ISW: Rusia Kehilangan Banyak Tentara

Dalam laporan tertanggal 7 Oktober, Institute for the Study of War (ISW) menyebut Rusia mengalami banyak korban jiwa, terutama akibat serangan drone Ukraina, meski hanya memperoleh kemajuan taktis yang kecil di medan perang.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan pasukan Ukraina masih bertahan di semua lini pertempuran, termasuk di Kupiansk yang telah hancur akibat serangan Rusia selama berbulan-bulan. 

Ia mengakui situasi di sekitar Novopavlivka di wilayah Zaporizhzhia masih sulit, namun menegaskan tindakan defensif aktif Ukraina menunjukkan hasil positif.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah merebut desa Novohryhorivka di wilayah Zaporizhzhia selatan. 

Namun, Reuters menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen laporan dari kedua pihak mengenai situasi di medan perang.

Dubes Ukraina Minta NATO Beli Lebih Banyak Senjata dari AS

Duta Besar Ukraina untuk NATO, Alyona Getmanchuk, meminta negara-negara Eropa meningkatkan pembelian senjata dari Amerika Serikat untuk membantu Kyiv.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas