Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.324, Rusia akan Hancurkan Rudal Tomahawk

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.324, Rusia akan menghancurkan rudal Tomahawk dan peluncurnya jika AS mengirimkannya ke Ukraina.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.324, Rusia akan Hancurkan Rudal Tomahawk
Laman US Navy
RUDAL TOMAHAWK - Foto USS Antietam (CG 54) melakukan skenario serangan rudal jelajah darat Tomahawk (TLAM), 20 September 2020, yang menargetkan wilayah Farallon de Medinilla, yang terletak di pulau tak berpenghuni seluas 200 hektar di lepas pantai Guam sebagai bagian dari Valliant Shield 2020, diambil dari web US Navy, Kamis (9/10/2025). 

"Bukannya kami lebih suka senjata Amerika daripada senjata Prancis atau Jerman... masalahnya adalah kami meminta AS untuk senjata yang tidak dapat disediakan oleh negara-negara Eropa."

Pertemuan negara-negara pendukung Ukraina akan digelar di Brussels minggu depan. Sejak Juli, skema pembelian senjata AS oleh negara-negara Eropa untuk Ukraina telah mendanai persenjataan senilai sekitar 2 miliar dolar AS.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina membutuhkan 1 miliar dolar setiap bulan untuk mempertahankan pertahanannya.

Selain itu, Ukraina kini juga meningkatkan produksi senjata dalam negeri, termasuk drone, dan telah mampu memproduksi sekitar 40 persen dari kebutuhan militernya sendiri.

Curiga dengan Rusia, Jerman Buat RUU untuk Tembak Drone

Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, mengumumkan rancangan undang-undang yang akan memberi wewenang kepada kepolisian federal untuk menembak jatuh drone.

Langkah ini diambil setelah serangkaian penampakan kendaraan udara nirawak (drone) yang diduga merupakan upaya Rusia untuk memata-matai dan mengintimidasi Jerman.

Dobrindt menjelaskan kepolisian akan dapat menggunakan berbagai metode modern untuk menghadapi ancaman tersebut, termasuk pulsa elektromagnetik, pengacauan sinyal, gangguan GPS, hingga cara fisik untuk menjatuhkan drone.

Uni Eropa akan Meninggalkan Minyak Rusia

Rekomendasi Untuk Anda

Para menteri energi Uni Eropa (UE) akan segera membahas rencana penghentian bertahap impor energi dari Rusia dalam pertemuan yang dijadwalkan pada 20 Oktober mendatang.

Seorang diplomat UE menyampaikan, pada 8 Oktober, para duta besar Uni Eropa telah bertemu dan sepakat untuk meneruskan rancangan undang-undang tentang pelarangan impor energi Rusia kepada para menteri energi untuk dibahas lebih lanjut.

Menurut situs resmi Dewan Uni Eropa, peraturan ini mencakup penghentian impor gas pipa dan gas alam cair (LNG) secara bertahap, dengan larangan penuh berlaku paling lambat 1 Januari 2028. 

Rencana ini merupakan bagian dari program REPowerEU yang diluncurkan Komisi Eropa pada Mei 2025 untuk mengakhiri ketergantungan terhadap energi Rusia.

"Hari ini, pada pertemuan para duta besar Uni Eropa, terdapat dukungan luas untuk inisiatif ini. Presiden Denmark memutuskan bahwa keputusan akan dibuat oleh para menteri pada pertemuan Dewan Energi. Namun, tidak ada keputusan yang direncanakan hari ini," ujar diplomat tersebut, Rabu.

Meski Slovakia dan Hongaria sempat menolak rencana ini, keputusan terkait energi di Uni Eropa tidak memerlukan suara bulat, melainkan cukup dengan mayoritas yang memenuhi syarat.

Sementara itu, menurut laporan Reuters, Prancis dan Italia mendukung rencana tersebut, namun mengusulkan agar pasokan energi diperiksa lebih dulu oleh otoritas UE sebelum disetujui, atau diverifikasi setelah tiba di Eropa untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan larangan tersebut.

Warga Ukraina Bantah Terlibat Ledakan Nord Stream

Seorang warga Ukraina, Volodymyr Zhuravlev, mengajukan banding atas penahanannya selama 40 hari oleh pengadilan di Warsawa. 

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas