Perang Terbuka, NATO Pertimbangkan untuk Izinkan Pilot Jet Tempur Tembak Langsung Drone Rusia
Baik negara NATO maupun Rusia sudah menilai kondisi saat ini suadh berada di titik perang terbuka. NATO mau tembak langsung pesawat Rusia.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Amerika Serikat (AS), dedengkot NATO, melalui Presiden Donald Trump mengatakan bulan lalu kalau pasukan NATO semestinya memang harus menembaki pesawat Rusia yang melanggar wilayah sekutu (Barat).
Seorang juru bicara Kremlin merespons hal ini dengan mengatakan "retorika semacam itu hanya akan meningkatkan permusuhan."
Perang Terbuka Sudah Terjadi
Apa yang terjadi saat ini sejatinya sudah menunjukkan adanya konfrontasi langsung secara terbuka antara NATO dan Rusia.
Militer Polandia misalnya, menembak jatuh pesawat nirawak Rusia yang menyusup pada 10 September setelah pesawat tersebut dikerahkan sebagai respons atas apa yang disebutnya pelanggaran wilayah udaranya yang "belum pernah terjadi sebelumnya" saat pasukan Rusia menyerang Ukraina barat di dekatnya.
Itu adalah konfrontasi langsung pertama antara pesawat NATO dan pesawat nirawak Rusia.
Pesawat Rusia juga menyusup ke wilayah udara Estonia.
Sejumlah drone misterius, diduga juga milik Moskow, dilaporkan juga terbang di atas wilayah udara negara-negara anggota NATO Eropa seperti Rumania, Denmark dan yang terbaru Belgia dan Jerman.
"Situasi ini memperburuk ketegangan dan menyebabkan seruan di dalam NATO untuk pengembangan cepat deteksi, pelacakan dan intersepsi UAV yang melanggar wilayah udara Eropa," tulis ulasan NW.
Di sisi lain Rusia, yang telah mengejek dan membantah tuduhan terhadapnya, telah memperingatkan kalau penembakan jatuh aset militer mereka olej pesawat NATO akan menjadi eskalasi serius yang dapat memicu perang terbuka.
Namun, beberapa anggota NATO percaya kalau Rusia hanya gertak sambal dan hanya akan merespons dengan aksi pencegahan keras, bukan perang terbuka.
"Oleh karena (cuma gertak sambal) makan pelanggaran wilayah udara oleh drone Rusia harus ditanggapi dengan respons yang kuat oleh NATO," tulis laporan tersebut mengutip pendapat sejumlah perwakilan negara NATO.
Drone Misterius Bikin Resah
Adapun Uni Eropa sedang mempersiapkan langkahnya sendiri dalam menanggapi provokasi Rusia.
"Ini adalah kampanye zona abu-abu yang disengaja dan terarah terhadap Eropa. Dan Eropa harus merespons," ujar Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, kepada Parlemen Eropa pada hari Rabu.
Von der Leyen, merujuk pada pelanggaran wilayah udara, mengatakan:
"Insiden-insiden ini dirancang untuk terus berlanjut hingga tak dapat disangkal lagi. Ini bukan pelecehan acak, melainkan kampanye yang koheren dan meningkat untuk meresahkan warga negara kita, menguji tekad kita, memecah belah persatuan kita, dan melemahkan dukungan kita untuk Ukraina. Sudah saatnya kita menyebutnya dengan namanya—ini adalah perang hibrida."