5 Populer Internasional: 'Jebakan' Mic Bocor ala Amerika - Israel Curangi Gencatan Senjata
Rangkuman berita internasional terpopuler, salah satu isu yang menarik perhatian publik yakni adanya konspirasi jebakan mic bocor ala Amerika.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Sri Juliati
Namun mikrofon di dekat mereka menyala.
Obrolan mereka terdengar wartawan yang hadir membicarakan seputar perang Rusia Vs Ukraina.
2. Peringatan Keras Trump ke Hamas: jika Tidak Mau Melucuti Senjata, Kami Bertindak
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada kelompok militan Palestina, Hamas.
Peringatan keras Donald Trump ini menyusul kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh AS.
Donald Trump memperingatkan bahwa jika Hamas tidak menunaikan janji untuk melucuti senjata, Washington akan mengambil tindakan tegas.
Bahkan, kata Trump, "mungkin dengan kekerasan" untuk melucuti kemampuan militer mereka.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (14/10/2025), ketika ia ditanya mengenai jaminan bahwa Hamas akan benar-benar meletakkan senjata.
"Kami telah memberi tahu mereka bahwa kami ingin mereka melucuti senjata, dan mereka akan melucuti senjata."
"Dan jika mereka tidak melucuti senjata, kami akan melucuti mereka, dan itu akan terjadi dengan cepat dan mungkin dengan kekerasan," kata Trump, dikutip dari The Times of Israel.
"Mereka akan melucuti senjata," tegas Trump.
Trump mengklaim bahwa ia telah berkomunikasi dengan Hamas — walaupun kemudian mengklarifikasi bahwa pesan tersebut disampaikan melalui "orang-orangnya", merujuk pada utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner.
Baca juga: Hamas Serahkan 4 Jenazah Sandera setelah Israel Ancam Batasi Bantuan ke Gaza
Witkoff dan Kushner sebelumnya bertemu dengan negosiator tinggi Hamas untuk memastikan Washington akan meminta pertanggungjawaban Israel atas ketentuan rencana AS untuk mengakhiri perang di Gaza.
Ancaman untuk melucuti senjata ini muncul meskipun gencatan senjata yang ditengahi AS telah berlaku dan sebagian besar sandera yang masih hidup telah dibebaskan.
Namun, Trump menyoroti bahwa "tugas belum selesai" karena Hamas belum mengembalikan sisa jasad para sandera yang meninggal sesuai janji dalam kesepakatan.
Baca tanpa iklan