Populer Internasional: Jepang Cetak Sejarah, Lantik PM Wanita Pertama - Panic Buying di Australia
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya sejarah baru Jepang, Sanae Takaichi dilantik sebagai perdana menteri perempuan pertama.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Sejarah Baru Jepang: Sanae Takaichi, PM Perempuan Pertama dari Keluarga Sederhana
- AI Mulai Jadi Penasihat Militer, Jenderal Top Amerika Bertanya kepada Mesin untuk Ambil Keputusan
- Panic Buying Menggila di Australia, Warga Serbu Toko Emas Antrean Panjang Mengular di Martin Place
- Viral! Orangtua di China Rayakan Nilai Pas-pasan Anak, Lebih Utamakan Kesehatan dan Kebahagiaan
- Gencatan Senjata Terancam usai Israel Lancarkan Serangan di Gaza, Kini Mediator Tingkatkan Diplomasi
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa penting mencuri perhatian publik internasional.
Dari Jepang yang mencetak sejarah dengan pelantikan perdana menteri wanita pertama, hingga fenomena panic buying yang melanda Australia.
Berikut berita populer internasional dalam 24 ham terakhir.
1. Sejarah Baru Jepang: Sanae Takaichi, PM Perempuan Pertama dari Keluarga Sederhana
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jepang memiliki perdana menteri perempuan sekaligus pemimpin pemerintahan yang berasal dari kalangan rakyat biasa.
Sosok itu adalah Sanae Takaichi, politisi Partai Demokrat Liberal (LDP) yang kini menorehkan sejarah baru di Negeri Sakura.
Takaichi resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang pada Senin (21/10/2025) sekitar pukul 14.00 waktu setempat, setelah terpilih sebagai Presiden LDP awal bulan ini.
Rencananya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan kunjungan resmi ke Tokyo pada akhir Oktober 2025, yang disebut-sebut akan menjadi kunjungan pertama Trump untuk memberikan selamat kepada Takaichi sebagai PM perempuan pertama Jepang.
“Rencana akhir Oktober ini Trump akan ke Tokyo, tentu untuk memberikan selamat kepada PM Jepang wanita pertama, Sanae Takaichi,” ujar seorang politisi senior Jepang kepada Tribunnews.com, Senin (21/10/2025).
2. AI Mulai Jadi Penasihat Militer, Jenderal Top Amerika Bertanya kepada Mesin untuk Ambil Keputusan
Bukan hanya mahasiswa atau karyawan kantoran yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), para pemimpin militer pun kini mulai memanfaatkannya.
Dilansir Business Insider, seorang komandan militer Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ia mulai menggunakan chatbot AI untuk memvalidasi keputusan yang akan diambilnya, bukan di medan tempur, melainkan dalam urusan komando dan pekerjaan harian.
Ia mengatakan bahwa dirinya dan AI kini sudah semakin akrab.
Baca juga: Indonesia Kerja Sama dengan Tiongkok di Bidang AI untuk Layanan Kesehatan di Bawah Kepemimpinan MLPT
“Saya meminta untuk membangun, mencoba membangun model yang dapat membantu kita semua,” kata Mayor Jenderal William “Hank” Taylor, Komandan Jenderal Angkatan Darat ke-8.
Pernyataan tersebut ia sampaikan di hadapan para wartawan dalam diskusi panel media di Konferensi Tahunan Asosiasi Angkatan Darat Amerika Serikat di Washington, D.C., pada Senin (13/10/2025).
Taylor menjelaskan bahwa ia menggunakan teknologi AI untuk mengeksplorasi cara dirinya mengambil keputusan militer maupun pribadi yang tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga ribuan prajurit di bawah komandonya.
Baca tanpa iklan