Populer Internasional: Jepang Cetak Sejarah, Lantik PM Wanita Pertama - Panic Buying di Australia
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya sejarah baru Jepang, Sanae Takaichi dilantik sebagai perdana menteri perempuan pertama.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Meskipun bermanfaat, ia mengakui bahwa mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat adalah tantangan tersendiri.
“Sebagai komandan, saya ingin membuat keputusan yang lebih baik,” ujarnya.
“Saya ingin memastikan keputusan itu diambil pada waktu yang tepat agar saya memiliki keunggulan.”
Komandan seperti Taylor menekankan pentingnya pengambilan keputusan cepat dan bagaimana AI dapat memberi keunggulan melalui proses berpikir yang dikenal di kalangan militer sebagai “OODA Loop”.
Teori yang dikembangkan oleh pilot tempur AS selama Perang Korea ini menyatakan bahwa pasukan yang dapat mengamati (observe), mengarahkan (orient), memutuskan (decide), dan bertindak (act) lebih cepat daripada musuh akan memiliki keunggulan di medan perang.
Militer AS mengadopsi AI dengan kesadaran bahwa keputusan di medan pertempuran masa depan mungkin perlu dibuat lebih cepat daripada kemampuan manusia.
3. Panic Buying Menggila di Australia, Warga Serbu Toko Emas Antrean Panjang Mengular di Martin Place
Dalam beberapa hari terakhir, warga Australia berbondong-bondong mengantre di berbagai toko emas untuk memborong logam mulia.
Fenomena tak biasa itu dikenal sebagai panic buying emas, yaitu tindakan saat warga beramai-ramai membeli barang dalam jumlah besar karena khawatir berlebih akan kehabisan atau kelangkaan produk.
Menurut laporan media lokal The Sydney Morning Herald, salah satu toko emas terbesar yang ada di tengah kota Sydney dalam beberapa hari terakhir berubah sangat ramai seperti pasar yang diserbu pembeli.
Hal serupa juga terjadi di kawasan bisnis ABC Bullion Martin Place, sekitar lebih dari 100 orang antrean panjang mengular hingga ke luar toko demi membeli emas batangan.
Baca juga: Transisi Energi Jadi Momentum Emas Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
Sedangkah General Manager ABC Bullion Jordan Eliseo mengatakan sekitar 1.000 orang terus menerus mengunjungi toko-toko mereka di Sydney, Melbourne, Perth, dan Brisbane setiap harinya.
Kepanikan ini tidak muncul tanpa sebab. Para analis menilai, aksi borong emas besar-besaran di Australia terjadi karena kombinasi faktor ekonomi dan psikologis yang saling berkaitan.
Lonjakan harga emas yang terus menembus rekor baru memicu rasa takut tertinggal di kalangan masyarakat dan investor.
Adapun peningkatan permintaan emas ini tidak hanya didorong oleh kenaikan harga, tetapi juga oleh kondisi ekonomi dan politik dunia yang tidak menentu.
Baca tanpa iklan