Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lebanon Siap Hadapi Serangan Israel, Hizbullah Beri Pujian

Presiden Lebanon Joseph Aoun menginstruksikan tentaranya untuk siap menghadapi serangan Israel. Hizbullah memuji langkah pemerintah Lebanon.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Lebanon Siap Hadapi Serangan Israel, Hizbullah Beri Pujian
Facebook Kepresidenan Lebanon
PRESIDEN LEBANON BERPIDATO - Foto diambil dari Facebook Kepresidenan Lebanon, Kamis (30/10/2025). Presiden Lebanon Joseph Aoun berbicara pada peringatan para martir tentara di Yerza pada 31 Juli 2025. -- Pada 30 Oktober 2025, Presiden Lebanon Joseph Aoun menginstruksikan tentaranya untuk siap menghadapi serangan Israel. 

Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah, yang telah berlaku sejak November tahun lalu, lebih dari 4.500 kali, yang mengakibatkan ratusan kematian dan orang terluka.

Israel menentang perjanjian tersebut dengan melanjutkan pendudukannya atas lima bukit Lebanon di selatan yang direbutnya dalam perang terakhir, selain wilayah Lebanon lain yang telah didudukinya selama beberapa dekade.

Perjanjian itu ditandatangani pada 27 November 2024 untuk menghentikan serangan di perbatasan yang semakin meningkat sejak Hizbullah meluncurkan roket ke Israel pada 8 Oktober 2023 sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang menghadapi serangan Israel.

Israel yang telah lama bermusuhan dengan Hizbullah yang dianggap sebagai proksi Iran, meluncurkan serangan di Lebanon selatan yang disebut sebagai basis militer Hizbullah.

Serangan tersebut meluas hingga ke Beirut, dengan dalih menargetkan para pemimpin Hizbullah.

Setelah lebih dari satu tahun saling serang, kedua pihak sepakat untuk menandatangani perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat, dengan dukungan dari Prancis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Setidaknya lebih dari 4.000 orang tewas dan lebih dari 17.000 lainnya terluka dalam serangan Israel di Lebanon sejak tahun 2023 hingga November 2024, dikutip dari Anadolu Agency.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Israel dan Hizbullah saling menuduh atas pelanggaran perjanjian yang mengancam keamanan dan kedamaian di perbatasan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas