Robot Humanoid China Berjalan Sejauh 106 km dalam 3 Hari, Langsung Masuk Guinness World Records
Robot humanoid AgiBot A2 asal China mencatat Guinness World Records setelah berjalan sejauh 106 km dalam tiga hari.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Robot humanoid AgiBot A2 asal China mencatat Guinness World Records setelah berjalan sejauh 106 km dalam tiga hari, perjalanan terjauh yang pernah ditempuh mesin humanoid.
- Robot ini menavigasi berbagai permukaan kota dan jalan raya dari Suzhou hingga Bund Shanghai, sambil mematuhi peraturan lalu lintas.
- A2 adalah unit komersial standar setinggi 175 cm dengan berat 55 kg, dilengkapi GPS ganda, LIDAR, dan kamera inframerah untuk navigasi.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah robot humanoid asal China berhasil mencatatkan namanya di Guinness World Records setelah menyelesaikan perjalanan tiga hari sejauh 66 mil (sekitar 106 kilometer), jarak terjauh yang pernah ditempuh mesin humanoid mana pun, CBS News melaporkan.
Mengutip interestingengineering.com, A2 dariAgiBot adalah robot humanoid setinggi 5,74 kaki (175 cm) dengan berat 55 kg (121 lbs), dilengkapi kemampuan penginderaan bertenaga AI yang memungkinkannya memproses informasi teks, audio, dan visual.
Robot ini dapat melakukan tugas motorik halus, seperti memasukkan benang ke dalam jarum.
Robot A2 berangkat dari kota Suzhou di China timur pada malam 10 November 2025.
Ia melintasi jalan raya dan ruas-ruas kota sebelum tiba di kawasan Bund, area tepi laut bersejarah di Shanghai, pada 13 November, menurut Guinness World Records.
AgiBot, perusahaan pembuat robot yang berbasis di Shanghai, mengatakan robot berkaki dua tersebut menavigasi berbagai jenis permukaan sambil tetap mematuhi peraturan lalu lintas.
Potongan video yang dirilis AgiBot menunjukkan A2 berwarna perak-hitam itu berjalan dengan langkah berat melewati pengendara sepeda dan skuter, sebelum meningkatkan kecepatan dan berjalan menyusuri Bund dengan latar cakrawala Shanghai.
Selama perjalanan, robot ini melintasi jalan-jalan perkotaan, koridor indah, hingga beberapa ruas jalan raya nasional dan provinsi.
Ia melewati beragam permukaan seperti aspal, trotoar berubin, jembatan, paving taktil, lereng, serta area dengan pencahayaan malam yang minim.
Robot tersebut mematuhi peraturan lalu lintas sepanjang perjalanan sebelum akhirnya tiba di Bund Shanghai, menurut perusahaan.
A2 kembali dalam kondisi baik meskipun telah berjalan lebih dari 100 kilometer.
Keausan hanya terlihat pada lapisan karet telapak kakinya.
Menurut Wang Chuang, mitra sekaligus wakil presiden senior AgiBot, robot A2 yang digunakan dalam tantangan ini adalah unit komersial standar yang diproduksi massal tanpa modifikasi khusus, sama seperti unit yang dikirimkan kepada klien.
Untuk perjalanan ini, robot menggunakan modul GPS ganda, kamera LIDAR, serta kamera kedalaman inframerah yang memungkinkan navigasi akurat dalam kondisi cahaya dan lingkungan perkotaan yang berubah-ubah.
Diwawancarai Reporter
Baca tanpa iklan