Sosok Rahmanullah Lakanwal, Terduga Pelaku Penembakan 2 Anggota Garda Nasional AS
Dua anggota Garda Nasional ditembak saat sedang berpatroli di Washington. Kini identitas pelaku telah terungkap.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Penembakan terhadap dua anggota Garda Nasional di Washington, D.C. mengakibatkan mereka dalam kondisi kritis.
- Tersangka diidentifikasi sebagai Rahmanullah Lakanwal, warga Afghanistan yang masuk ke AS melalui program Operation Allies Welcome.
- Pemerintah menanggapi insiden ini dengan menambah 500 pasukan Garda Nasional dan FBI menyelidikinya sebagai dugaan aksi terorisme.
TRIBUNNEWS.COM - Para pejabat senior penegak hukum telah mengidentifikasi pelaku penembakan dua anggota Garda Nasional di Washington, D.C., yakni pria bernama Rahmanullah Lakanwal, berasal dari Afghanistan, NewsNation melaporkan.
Hingga berita ini ditulis, dua anggota Garda Nasional tersebut dirawat di rumah sakit setempat dalam kondisi kritis.
Agen FBI menetapkan Rahmanullah Lakanwal, 29 tahun, sebagai tersangka.
“Mohon doanya untuk para pejuang pemberani yang berada dalam kondisi kritis dan keluarga mereka,” kata Direktur FBI Kash Patel pada Rabu (26/11/2025) .
Sebelumnya, sekitar pukul 14.15 ET, para anggota Garda sedang berpatroli di dekat 17th dan I Street NW ketika tersangka melepaskan tembakan dari sebuah tikungan.
Anggota Garda lainnya berhasil melumpuhkan seorang tersangka dan menahannya hingga lebih banyak petugas penegak hukum tiba di lokasi.
Para pejabat menambahkan bahwa tidak ada indikasi keterlibatan individu lain dalam serangan itu.
Para anggota militer yang tertembak membawa senjata api, kata para pejabat.
Namun, apakah mereka sempat membalas tembakan masih dalam penyelidikan.
Rahmanullah Lakanwal Tiba di AS setelah Penarikan Pasukan dari Afghanistan pada 2021
Lakanwal memasuki AS pada 2021 sebagai bagian dari Operasi Sekutu Selamat Datang (Operation Allies Welcome), sebuah program yang diluncurkan oleh pemerintahan Joe Biden setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
Operation Allies Welcome merupakan upaya yang dipimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk mengoordinasikan dukungan bagi warga Afghanistan yang rentan, termasuk mereka yang bekerja bersama warga Amerika selama dua dekade terakhir, agar dapat tiba dan tinggal di AS dengan aman.
Izin tinggal Lakanwal berakhir pada September tahun ini, membuatnya berstatus ilegal di AS, menurut sumber penegak hukum federal.
Namun, CNN sebelumnya melaporkan bahwa tersangka telah mengajukan suaka pada tahun 2024, dan dikabulkan oleh pemerintahan Trump pada bulan April 2025.
Baca juga: Dunia Hari Ini: Kebakaran Hebat di Apartemen Hong Kong – Tentara Garda Nasional AS Ditembak
500 Pasukan Garda Nasional Tambahan Dikerahkan
Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan bahwa 500 pasukan Garda Nasional tambahan akan dikerahkan ke Washington, D.C. setelah penembakan tersebut.
“Presiden Trump telah meminta saya, dan saya akan meminta Sekretaris Angkatan Darat untuk Garda Nasional, untuk menambah 500 pasukan tambahan ke Washington, D.C.,” ujar Hegseth kepada wartawan pada Rabu, dalam kunjungannya ke Republik Dominika.
Baca tanpa iklan