Sosok Rahmanullah Lakanwal, Terduga Pelaku Penembakan 2 Anggota Garda Nasional AS
Dua anggota Garda Nasional ditembak saat sedang berpatroli di Washington. Kini identitas pelaku telah terungkap.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Para pejabat AS mengonfirmasi kepada NewsNation bahwa FBI pada awalnya menyelidiki penembakan tersebut sebagai aksi terorisme.
“FBI sedang menyelidiki kasus ini sebagai tindakan terorisme, tetapi tidak menutup kemungkinan lain jika arah penyelidikan berubah,” kata para pejabat.
Apa Itu Pasukan Garda Nasional?
Mengutip cfr.org, Garda Nasional adalah cabang unik militer AS yang memiliki tanggung jawab ganda: negara bagian dan federal.
Pasukan Garda secara rutin ditugaskan untuk merespons keadaan darurat dalam negeri, seperti bencana alam dan kerusuhan sipil, serta turut mendukung operasi militer di luar negeri.
Pada Agustus 2025, Presiden Donald Trump mengerahkan 800 pasukan Garda Nasional ke Washington, D.C. untuk menindak kejahatan dan tunawisma serta mengatasi apa yang disebutnya sebagai hilangnya “kendali atas ketertiban dan keamanan publik” di kota tersebut.
Pasukan dari sedikitnya enam negara bagian lain turut dimobilisasi ke ibu kota, sehingga totalnya mencapai sekitar 2.300 personel.
Pada September, Jaksa Agung DC mengajukan gugatan untuk mengakhiri pengerahan pasukan federal tersebut, yang diperpanjang hingga akhir November.
Ia menyebutnya sebagai bentuk pendudukan militer yang melanggar otonomi lokal kota.
Trump Salahkan Joe Biden
Presiden Donald Trump mengkritik mantan Presiden Joe Biden atas insiden penembakan tersebut.
Mengutip CNN, berbicara dari klub pribadinya, Mar-a-Lago, di Palm Beach, Florida, Trump menyebut, tersangka sebagai orang asing yang memasuki Amerika dari Afghanistan, lubang neraka di bumi.
Dalam pidatonya, Trump menggambarkan Biden sebagai presiden yang membawa bencana, yang terburuk dalam sejarah negara.
Trump menyesalkan apa yang ia sebut sebagai 20 juta warga negara asing yang tidak dikenal dan tidak diperiksa yang memasuki Amerika Serikat selama pemerintahan pendahulunya.
Ia menyebut, situasi tersebut sebagai ancaman bagi kelangsungan hidup warga Amerika.
Baca juga: Teori Penyebab Kebakaran Apartemen di Hong Kong: Penggunaan Perancah Bambu hingga Rokok Pekerja
Trump juga menyerukan pemeriksaan ulang terhadap setiap orang yang masuk dari Afghanistan selama masa kepresidenan Biden.
Selain itu, Trump turut menyoroti imigran Somalia yang tinggal di Minnesota, menggambarkan Somalia sebagai negara yang tidak memiliki hukum, tidak memiliki air, tidak memiliki militer, tidak memiliki apa pun.
Baca tanpa iklan