Donald Trump akan Setop Migrasi dari Semua Negara Dunia Ketiga
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia berencana untuk menangguhkan migrasi dari apa yang disebutnya negara-negara dunia ketiga
Editor:
Muhammad Barir
Trump akan Hentikan Migrasi Permanen dari Semua Negara Dunia Ketiga
Ringkasan Berita:
- Donald Trump menyerukan larangan permanen terhadap imigrasi tertentu
- Trump berencana untuk menangguhkan migrasi dari "negara-negara dunia ketiga"
- Sehari setelah seorang warga negara Afghanistan diduga menembak dua tentara Garda Nasional
TRIBUNNEWS.COM- Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia berencana untuk menangguhkan migrasi dari apa yang disebutnya negara-negara dunia ketiga, sehari setelah seorang warga negara Afghanistan diduga menembak dua tentara Garda Nasional di Washington.
"Saya akan menghentikan migrasi secara permanen dari semua Negara Dunia Ketiga agar sistem AS dapat pulih sepenuhnya," tulis Donald Trump di media sosial.
Ia juga mengancam akan membatalkan "jutaan" pengakuan yang diberikan di bawah pendahulunya Joe Biden, dan untuk "menyingkirkan siapa pun yang bukan merupakan aset bersih bagi Amerika Serikat."
Trump juga mengatakan di platform media sosial Truth Social bahwa ia akan mengakhiri semua tunjangan dan subsidi federal untuk "non-warga negara," dan menambahkan bahwa ia akan "mendenaturalisasi migran yang merusak ketentraman dalam negeri, dan mendeportasi setiap warga negara asing yang menjadi beban publik, risiko keamanan, atau tidak sesuai dengan peradaban Barat."
Komentar Trump muncul menyusul tewasnya seorang anggota Garda Nasional pada hari Kamis setelah ditembak di dekat Gedung Putih dalam penyergapan yang menurut penyelidik dilakukan oleh seorang warga negara Afghanistan.
Baca juga: Trump Umumkan Nama Pasukan Garda Nasional Tewas Ditembak, Sarah Beckstrom
Postingan Trump tentang "Joe Biden yang Jahat"
Pemerintahan Trump dikenal memiliki pendirian tegas dalam hal mengizinkan imigran masuk ke AS dan insiden penembakan di ibu kota juga memperburuknya.
Sebelumnya, tak lama setelah warga negara Afghanistan tersebut diidentifikasi sebagai tersangka, Departemen Kewarganegaraan dan Layanan Imigrasi AS menghentikan semua permintaan imigrasi terkait warga negara Afghanistan tanpa batas waktu.
"Perlindungan dan keselamatan tanah air kami dan rakyat Amerika tetap menjadi fokus dan misi utama kami," demikian pernyataan tersebut.
Beberapa menit sebelum pengumuman besarnya, Trump membagikan foto warga negara Afghanistan yang diterbangkan dengan pesawat militer pada tahun 2021.
Baca tanpa iklan