China Unjuk Kekuatan Maritim, Kerahkan Lebih dari 100 Kapal Tempur
Jepang waspada pergerakan China, meski belum melihat lonjakan aktivitas militer. Beijing masih bungkam, ketegangan kawasan terus jadi sorotan.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
Pengerahan lebih dari 100 kapal tempur ini mempertegas bahwa China sedang menunjukkan pengaruh militernya di kawasan, sekaligus mengirim sinyal keras kepada Jepang, Taiwan, dan negara-negara lain di Asia Timur.
Meski belum berujung pada konflik langsung, langkah Beijing ini menandai meningkatnya risiko salah perhitungan yang dapat memicu ketegangan baru dalam beberapa pekan mendatang.
Jepang Waspada, tapi Belum Lihat Peningkatan Tajam
Merespons latihan besar-besaran yang dilakukan China, pemerintah Jepang menyatakan tetap waspada meski Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) menegaskan belum melihat peningkatan aktivitas militer yang “tajam” sejak pertengahan November.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran regional atas manuver besar-besaran angkatan laut Beijing.
Menurut JSDF, China memang menunjukkan pola operasi yang semakin jauh dari garis pantainya, sebuah indikasi kemampuan angkatan laut Tiongkok yang terus berkembang dalam menjalankan misi jarak jauh.
Jepang menilai peningkatan kapabilitas ini sebagai langkah strategis Beijing untuk memperkuat pengaruh militernya di kawasan dan menantang keseimbangan keamanan di Asia Pasifik.
Meski tidak ada perubahan drastis dalam jumlah atau agresivitas kapal sejak 14 November, Tokyo tetap memantau setiap pergerakan dengan ketat.
Tokyo mengakui bahwa China kini memiliki kemampuan lebih kuat untuk menggelar operasi laut dan udara dalam jarak yang lebih jauh.
Kemampuan ini dinilai dapat mempengaruhi dinamika keamanan wilayah, terutama di sekitar Taiwan dan Laut China Timur.
(Tribunnews.com / Namira)