Jepang Cabut Peringatan Tsunami Pascagempa 7,5 SR, Masih Ada Potensi Gempa Susulan Seminggu ke Depan
Gempa 7.5 SR tersebut melukai setidaknya 30 orang, dan memaksa sekitar 90.000 warga untuk mengungsi dari rumah mereka.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Jepang mencabut peringatan tsunami pada Selasa pagi setelah gempa magnitudo 7,5 mengguncang timur laut Jepang pada Senin malam
- Gempa melukai sekitar 30 orang dan memaksa 90.000 warga mengungsi, dengan gelombang tsunami kecil 20–70 cm teramati di beberapa pelabuhan
- JMA memperingatkan potensi gempa susulan yang lebih kuat, meminta warga tetap siaga setidaknya selama satu minggu ke depan
- Gempa menimbulkan gangguan layanan publik, termasuk penghentian layanan kereta dan pemadaman listrik
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Jepang melalui Badan Meteorologi Jepang (JMA) resmi mencabut peringatan tsunami pada Selasa (9/12/2025) pukul 06.40 waktu setempat atau beberapa jam setelah gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah timur laut
Adapun gempa yang terjadi pada Senin (8/12/2025) pukul 23.15 tersebut melukai setidaknya 30 orang, dan memaksa sekitar 90.000 warga untuk mengungsi dari rumah mereka.
Dikutip dari informasi JMA, Gempa yang terjadi pada Senin malam ini dinilai memiliki potensi tsunami setinggi 3 meter yang kemungkinan menerjang pantai timur laut negara tersebut.
Peringatan tsunami pun dikeluarkan untuk prefektur Hokkaido, Aomori, dan Iwate oleh JMA.
Imbas dari gempa ini, Reuters melaporkan sekitar 90.000 warga menerima perintah evakuasi.
Sementara itu, JMA juga melaporkan gelombang setinggi 20–70 sentimeter teramati di sejumlah pelabuhan.
Pada Selasa dini hari, JMA kemudian menurunkan status peringatan menjadi imbauan sebelum akhirnya mencabut seluruh imbauan pada pagi ini.
Episenter gempa ini sendiri berada 80 kilometer dari lepas pantai Prefektur Aomori dengan kedalaman 54 kilometer.
Dalam skala intensitas gempa Jepang (1–7), guncangan tercatat sebagai level 6 atas di Kota Hachinohe, Prefektur Aomori.
Intensitas level 6 sendiri dideskripsikan sebagai gempa yang sangat kuat hingga membuat seseorang tidak mampu berdiri atau bergerak tanpa merangkak.
Meski potensi tsunami sudah dicabut, JMA memperingatkan warga Jepang untuk waspada mengingat potensi guncangan gempa susulan yang lebih kuat bisa saja terjadi dalam beberapa hari mendatang.
JMA mengimbau masyarakat Jepang untuk tetap siaga gempa setidaknya selama minimal seminggu ke depan.
"Ada kemungkinan gempa kuat yang lebih besar terjadi dalam beberapa hari ke depan," ujar seorang pejabat JMA dalam pengarahan seperti yang dikutip dari Asahi Shimbun.
Baca juga: Update Gempa M 7,5 di Jepang: 23 Orang Terluka, Peringatan Tsunami Sudah Dicabut
Imbas Gempa Bagi Publik Jepang
Gempa senin malam ini juga menimbulkan sejumlah kerusakan dan gangguan pelayanan publik pada Selasa pagi ini.
Baca tanpa iklan