Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mengulik Armada Peluncur Roket D11A Thailand: Karya Kolaborasi Israel dengan Jarak Tembak 450 Km

Artileri ini sendiri adalah karya militer bersama antara Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) dan perusahaan asal Israel, Elbit Systems.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Mengulik Armada Peluncur Roket D11A Thailand: Karya Kolaborasi Israel dengan Jarak Tembak 450 Km
Youtube/thaiarmedforce
PELUNCUR ROKET D11A - Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) saat memamerkan peluncur roket D11A pada 9 Agustus 2024. Artileri ini sendiri adalah karya militer bersama antara Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) dan perusahaan asal Israel, Elbit Systems. 

Ringkasan Berita:
  • Selain Jet Tempur F-16, Thailand masih menyimpan “kartu As” militer untuk serangan di Kamboja, yaitu sistem peluncur roket D11A
  • Peluncur roket D11A merupakan hasil kolaborasi Thailand–Israel melalui kerjasama antara Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) dan perusahaan Militer asal Israel Elbit Systems
  • Sistem roket D11A memiliki kemampuan fleksibel dan jarak tembak mencapai lebih dari 450 km berkat teknologi Elbit Systems.

TRIBUNNEWS.COM - Meningkatnya intensitas serangan Thailand ke Kamboja pada awal pekan ini membuat armada militer milik Negeri Gajah Putih jadi sorotan dunia internasional.

Perhatian khusus juga diberikan oleh para pengamat militer internasional yang menilai bahwa serangan ke Kamboja tersebut secara tidak langsung menjadi ajang unjuk gigi kemampuan armada pertahanan Thailand.

Hal ini bisa dilihat dari manuver militer Kerajaan Thailand terutama dari divisi Angkatan Udara yang menerjunkan sejumlah jet tempur F-16 untuk memborbardir Kamboja.

Selain jet tempur F-16, Thailand ternyata juga memiliki kartu as dari divisi Angkatan Darat yang kekuatannya belum dipamerkan sepenuhnya dalam serangan ke Kamboja saat ini.

Adapun kartu as yang dimaksud ini adalah armada kendaraan peluncur roket massal D11A milik Angkatan Darat Kerajaan Thailand.

Dikutip dari Thairath, D11A merupakan proyek pengembangan sistem peluncur serba guna/peluru kendali balistik taktis (TBM) hasil kolaborasi antara Thailand dan Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Artileri ini sendiri adalah karya militer bersama antara Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) dan perusahaan asal Israel, Elbit Systems.

Sistem D11A ini dikembangkan dengan acuan dari sistem PULS MLRS (Precise & Universal Launching System Multiple Launch Rocket System), yang kini dikenal sebagai "Lynx".

PELUNCUR ROKET D11A - Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI)  saat memamerkan peluncur roket D11A pada 9 Agustus 2024. Artileri ini sendiri adalah karya militer bersama antara Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) dan perusahaan asal Israel, Elbit Systems.
PELUNCUR ROKET D11A - Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) saat memamerkan peluncur roket D11A pada 9 Agustus 2024. Artileri ini sendiri adalah karya militer bersama antara Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) dan perusahaan asal Israel, Elbit Systems. (Youtube/thaiarmedforce)

Melalui kolaborasi dengan Israel ini, D11A mampu dikembangkan Thailand hingga dapat meluncurkan berbagai jenis roket dan peluru kendali hingga jangkauan 300–450 kilometer.

Sistem ini dapat menembakkan roket tidak terpandu maupun terpandu, termasuk peluru kendali jelajah yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan atau dimodifikasi dengan hulu ledak guna menghancurkan peluru kendali musuh.

Melalui luwesnya modifikasi pada D11A ini, Angkatan Darat Kerajaan Thailand bisa melakukan operasi pengawasan dini sekaligus penghancuran tepat sasaran setelah terdeteksi.

Peluncur roket serba guna D11A juga mampu menembakkan lima jenis roket.

Baca juga: Kamboja Resmi Cabut Seluruh Kontingen Atletnya dari SEA Games 2025 Thailand

Bila D11A menggunakan roket ukuran 122 mm, jangkauan bisa mencapai jarak rata-rata 40 km,

Sementara itu, roket ukuran 306 mm bisa mencapai jarak rata-rata 150 km sedangkan ukuran 170 mm dapat menempuh jarak rata-rata 300 km. 

Adapun melalui teknologi yang dikolaboraksikani bersama Elbit Systems, D11A sempat mencatatkan rekor jarak hingga maksimal lebih dari 450 km. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas