Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

UNOSSC: Kerja Sama Selatan–Selatan dan Triangular Jadi Pilar Baru Pembangunan Global

Skema ini melibatkan dua atau lebih negara berkembang dengan dukungan mitra ketiga, yang dapat berasal dari negara maju dan PBB

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in UNOSSC: Kerja Sama Selatan–Selatan dan Triangular Jadi Pilar Baru Pembangunan Global
HO/IST/HO/IST
KERJASAMA SELATAN-SELATAN - Direktur United Nations Office for South-South Cooperation (UNOSSC), Dima Al-Khatib. Dia menyatakan kerja sama Selatan–Selatan (South-South Cooperation) dan kerja sama triangular terus menunjukkan peran yang semakin strategis bagi negara-negara Global South. 

Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi duplikasi, memperkuat pembelajaran bersama, serta meningkatkan rasa kepemilikan di tingkat nasional dan regional.

Bagi Asia, khususnya Asia Tenggara yang tengah memperkuat kolaborasi di bidang energi terbarukan, ketahanan pangan, dan adaptasi perubahan iklim, potensi untuk memainkan peran lebih besar dalam kerja sama triangular dinilai sangat signifikan.

“Inovasi dan pengalaman dari kawasan ini sangat diminati oleh wilayah lain, seperti Afrika dan Amerika Latin. Apa yang berkembang di Asia Tenggara berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian berkelanjutan negara-negara Global South,” ujar Dima.

Tantangan Pembiayaan dan Arah Strategis UNOSSC

Meski bersifat fleksibel dan dipimpin oleh negara, kerja sama triangular masih menghadapi tantangan dalam hal skalabilitas, terutama dari sisi pembiayaan.

Untuk memperluas dampak, diperlukan investasi yang lebih besar serta keterlibatan mitra yang lebih beragam, termasuk bank pembangunan multilateral dan sektor swasta.

Menjelang penyusunan Kerangka Strategis UNOSSC 2026–2029, Dima menegaskan bahwa UNOSSC akan terus menjalankan mandatnya sebagai fasilitator, advokat, dan promotor kerja sama Selatan–Selatan dan triangular. Kerangka baru tersebut juga akan menekankan penguatan koalisi serta aliansi lintas pemangku kepentingan.

“Pendekatan ini memungkinkan proses pencocokan yang lebih cepat dan terarah antara pihak yang menawarkan solusi dan pihak yang membutuhkan, sekaligus memperkuat kerja sama Selatan–Selatan dan triangular sebagai mekanisme utama pembangunan global,” pungkas Dima.

Rekomendasi Untuk Anda

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas