Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ukraina Minta AS-Eropa Beri Jaminan Keamanan ala Pasal 5 NATO

Berbicara dalam KTT Eropa di Brussels, Zelenskyy mengatakan Ukraina menanti jawaban AS dan mitra Eropa mengenai jaminan keamanan untuk negaranya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ukraina Minta AS-Eropa Beri Jaminan Keamanan ala Pasal 5 NATO
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY BERPIDATO - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Jumat (19/12/2025). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam KTT Eropa di Brussels, Belgia pada Kamis (18/12/2025), yang membahas upaya Eropa untuk mendanai Ukraina dengan menggunakan aset Rusia yang disita. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan Ukraina menanti jawaban dari AS dan Eropa mengenai jaminan keamanan.
  • Ia ingin mengetahui mekanisme praktis jaminan keamanan yang mirip dengan Pasal 5 NATO.
  • Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1395, Zelenskyy kembali menegaskan ambisi Ukraina untuk bergabung dengan NATO meski sulit terwujud.

TRIBUNNEWS.COM - Dalam pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan ia masih menanti jawaban dari AS mengenai jaminan keamanan untuk negaranya.

Ia menunggu mekanisme praktis tentang bagaimana jaminan keamanan AS akan bekerja.

“Saya masih belum mendapatkan jawaban pasti tentang bagaimana jaminan keamanan dari Amerika Serikat akan berfungsi jika terjadi agresi Rusia,” katanya dalam KTT Eropa di Brussels, Kamis (18/12/2025).

Tak hanya AS, Zelenskyy mengatakan para pemimpin negara Eropa yang menjadi anggota NATO, juga belum membahas jaminan keamanan.

“Negara-negara mitra Eropa belum berbicara secara langsung tentang jaminan keamanan dengan menggunakan contoh Pasal 5,” kata presiden Ukraina.

Ukraina menginginkan jaminan keamanan untuk negaranya yang mirip dengan pasal 5 NATO yaitu serangan terhadap satu negara anggota NATO dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota NATO.

Rekomendasi Untuk Anda

Zelenskyy juga membicarakan isu-isu yang masih menjadi perdebatan dalam perundingan dengan Rusia.

“Donbas adalah isu yang belum terselesaikan; kita memiliki pandangan yang berbeda. Pembangkit listrik tenaga nuklir, yang diduduki oleh Federasi Rusia, tidak berfungsi; pembangkit itu hancur, tetapi seharusnya berfungsi dan menghasilkan listrik—pembangkit listrik kita, hak kita—isu ini belum terselesaikan. Isu uang juga belum terselesaikan,” katanya.

Putaran perundingan antara Rusia dan Ukraina terhenti ketika proposal yang diajukan AS sedang dibahas bersama  negara-negara Eropa

Rusia menegaskan mereka ingin mengetahui hasil diskusi Eropa, AS, Ukraina sebelum dapat melanjutkan perundingan.

Baca juga: Soal Foto-Foto Kehadiran Zelensky, Rusia Bantah Kota Kupiansk Kembali Direbut Tentara Ukraina

Sementara itu, Ukraina berupaya mencari jaminan keamanan dari negara-negara Eropa dan AS sebelum mencapai kesepakatan gencatan senjata apapun.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1395 pada Jumat (19/12/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.

Konflik antara Rusia dan Ukraina berakar dari perubahan besar yang terjadi setelah Uni Soviet bubar. 

Sejak itu, Ukraina mulai mengarahkan kebijakan politiknya ke negara-negara Barat, termasuk keinginan untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa

Langkah ini dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap kepentingan dan keamanan nasionalnya.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas