Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siapa Unggul? S-500 Rusia vs Rudal Hipersonik Dark Eagle Amerika dalam Skenario Perang Modern

Jika S-500 bertemu rudal Dark Eagle buatan Amerika di medan perang, mana yang keluar sebagai pemenang?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Siapa Unggul? S-500 Rusia vs Rudal Hipersonik Dark Eagle Amerika dalam Skenario Perang Modern
Russian Beyond
PERANG MASA DEPAN - Sistem pertahanan udara S-500 Rusia. Jika S-500 bertemu rudal Dark Eagle buatan Amerika di medan perang, mana yang keluar sebagai pemenang? 

Sistem ini juga mencakup pencegat jarak pendek 40N6M (hingga 400 km) untuk pertahanan anti-pesawat dan rudal jelajah.

Keunggulan yang luar biasa dari S-500 adalah kemampuan rudal pencegatnya, seperti seri 77N6, untuk mencapai kecepatan hipersonik maksimumnya (sekitar 5.500 m/s, atau kira-kira Mach 16) dalam waktu 4–5 detik setelah peluncuran.

Dark Eagle

Dark Eagle adalah nama lain dari Long-Range Hypersonic Weapon (LRHW), rudal hipersonik buatan Amerika Serikat yang dikembangkan oleh Lockheed Martin untuk Angkatan Darat AS. 

Amerika merancang rudal ini untuk mampu menembus sistem pertahanan udara mana pun dengan melaju di kecepatan lebih dari 5 mach.

Saat digunakan, Dark Eagle-yang merupakan senjata hipersonik luncur-dorong-- perlu naik ke ketinggian yang cukup tinggi sebelum Badan Luncur Hipersonik Umum (C-HGB) dapat terlepas dan memulai penerbangan hipersoniknya (Mach 10) menuju target dengan jangkauan maksimum 3.500 km.

Senjata ini ditargetkan mampu mengisi celah taktis AS dalam serangan jarak jauh non-nuklir, sekaligus menjadi jawaban atas kemajuan teknologi hipersonik Rusia dan China.

Rekomendasi Untuk Anda

Mana yang lebih unggul?

Analis militer sekaligus mantan pilot pesawat tempur AU India, Vijainder K Thakur, menilai, antara S-500 Rusia dan Dark Eagle AS dalam skenario perang modern sebenarnya tidak bisa dijawab secara mutlak

"Sistem S-500 tentu memiliki kemampuan untuk mencegat Dark Eagle. Namun, itu tidak berarti sistem tersebut dapat melakukannya dengan andal," ujarnya.

Untuk pencegatan yang andal, pencegat harus jauh lebih cepat daripada target.

"Aspek paling mematikan dari Dark Eagle adalah mobilitasnya yang tinggi. Ada kemungkinan bahwa sistem ini pada akhirnya akan memiliki mobilitas udara. Karena mobilitas ini, penempatan sistem S-500 tidak dapat ditentukan oleh lokasi yang diketahui dari unit Dark Eagle yang dikerahkan," jelasnya.

Akibatnya, Angkatan Darat AS dapat menggunakan Dark Eagle untuk menyerang target yang tidak dilindungi oleh sistem S-500, atau bahkan menargetkan sistem S-500 saat sedang bergerak.

Selain itu, Rusia saat ini hanya memiliki satu sistem S-500 yang beroperasi. Bahkan dengan produksi serial yang berkelanjutan, kemungkinan besar mereka tidak akan mampu mengerahkan sistem yang cukup untuk melindungi semua target strategis konvensional dan nuklir.

Apa perbedaan Dark Eagle dengan rudal hipersonik buatan Rusia dan Iran?

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas