Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dampak Perang AS dan Iran Terasa hingga Jabar, Petani Tertekan Meski Harga Gabah Naik

Dampak perang Amerika Serikat–Iran picu inflasi, petani di Jawa Barat tertekan biaya produksi naik

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Konflik Amerika Serikat–Iran berdampak hingga Jawa Barat
  • Petani mengaku biaya produksi naik akibat inflasi, meski harga gabah membaik. 
  • Kenaikan harga pupuk dan energi membuat kesejahteraan sulit meningkat di tengah ketidakpastian global

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda mereda mulai berdampak hingga ke daerah, termasuk di Jawa Barat.

Para petani mengaku kenaikan harga akibat inflasi dan gejolak perang membuat kesejahteraan mereka tertahan.

Perang yang dimulai sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Teheran, memicu gangguan global pada pasokan energi dan pupuk.

Dampaknya merambat hingga ke sektor pertanian di Indonesia.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Fachrudin, petani di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Ia menyebut konflik global secara tidak langsung memicu kenaikan biaya produksi pertanian.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ada inflasi,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Meski demikian, Fachrudin mengakui kondisi petani dalam setahun terakhir sebenarnya menunjukkan perbaikan.

Hal itu terlihat dari kenaikan harga gabah yang cukup signifikan.

Baca juga: Krisis Hantam Jutaan Warga Iran! PHK Massal dan Kemiskinan Melonjak akibat Perang

Menurutnya, harga gabah basah setelah panen berada di kisaran Rp660.000 hingga Rp680.000 per kuintal.

Sementara gabah kering bisa mencapai Rp700.000 hingga Rp800.000 per kuintal.

Selain itu, distribusi pupuk subsidi juga dinilai lebih lancar dan mudah diakses.

Petani tidak lagi harus antre panjang seperti sebelumnya, sehingga proses tanam berjalan lebih stabil.

Namun, situasi tersebut berubah sejak konflik global memanas.

Kenaikan harga pupuk, energi, dan logistik membuat biaya produksi meningkat, sementara keuntungan petani tidak bertambah signifikan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas