Siapa Unggul? S-500 Rusia vs Rudal Hipersonik Dark Eagle Amerika dalam Skenario Perang Modern
Jika S-500 bertemu rudal Dark Eagle buatan Amerika di medan perang, mana yang keluar sebagai pemenang?
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Perbedaan utama antara Dark Eagle (AS) dengan senjata hipersonik Rusia dan Iran terletak pada jangkauan, kecepatan, teknologi peluncuran, serta tujuan strategisnya.
1. Jangkauan serangan
Dark Eagle milik Amerika Serikat memiliki jangkauan sekitar 3.500 km, cukup untuk menyerang target jauh di luar kawasan regional.
Rusia unggul dengan Avangard yang berbasis ICBM, mampu mencapai hingga 6.000 km.
Iran masih terbatas pada jangkauan regional, sekitar 1.400 km, sehingga fokusnya hanya pada Timur Tengah.
2. Kecepatan hipersonik
Dark Eagle mampu melaju di atas Mach 5 hingga Mach 17.
Rusia mengklaim Avangard bisa mencapai Mach 20–27, menjadikannya salah satu senjata tercepat di dunia.
Iran dengan Fattah mengklaim kecepatan Mach 13–15, cukup tinggi tetapi masih di bawah Rusia.
3. Platform peluncuran
Dark Eagle diluncurkan dari sistem darat berbasis trailer, dengan rencana adaptasi ke kapal dan submarin.
Rusia punya variasi: Avangard diluncurkan dari ICBM, sedangkan Kinzhal dari pesawat MiG-31K.
Iran masih mengandalkan peluncur darat konvensional.
Baca tanpa iklan