Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jenderal Senior Rusia Tewas dalam Ledakan Bom Mobil di Moskow

Seorang jenderal senior Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, tewas dalam ledakan bom di bawah mobil di Moskow pada Senin pagi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jenderal Senior Rusia Tewas dalam Ledakan Bom Mobil di Moskow
Telegram Komite Investigasi Federasi Rusia
TKP SERANGAN BOM - Tangkapan layar saluran Telegram resmi Komite Investigasi Federasi Rusia, Senin (22/12/2025), memperlihatkan bekas serangan bom yang meledak di bawah mobil berwarna putih dan menewaskan seorang jenderal senior Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov di Moskow pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 7 pagi waktu setempat. 

Sebuah sumber Ukraina kemudian mengatakan kepada BBC bahwa Jenderal Igor Kirillov dibunuh oleh dinas keamanan Ukraina, meskipun hal ini tidak pernah dikonfirmasi secara resmi. 

Sebagai kebijakan, Ukraina tidak pernah secara resmi mengakui atau mengklaim tanggung jawab atas serangan yang ditargetkan.

Perang Rusia dan Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022 berakar dari berbagai konflik setelah runtuhnya Uni Soviet.

Sejak saat itu, Ukraina mulai menjalin hubungan lebih dekat dengan negara-negara Barat, termasuk rencana bergabung dengan NATO dan Uni Eropa, yang disebutkan dalam konstitusinya.

Kebijakan ini dianggap Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan dan pengaruhnya di kawasan.

Ketegangan negara bertetangga tersebut semakin memanas setelah Revolusi Maidan pada tahun 2014.

Di tahun yang sama, Rusia mencaplok wilayah Krimea, disusul dengan pecahnya konflik antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbas.

Rekomendasi Untuk Anda

Berbagai upaya perdamaian dan diplomasi telah dilakukan namun gagal untuk mengakhiri konflik kedua negara.

Situasi semakin memburuk ketika Rusia melancarkan invasi militer besar-besaran ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dimulainya "operasi militer khusus" untuk melindungi warga di Donbas, mencegah ancaman militer dari Ukraina, serta menolak perluasan NATO ke arah timur yang dianggap mengancam Rusia.

Menanggapi invasi itu, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi berat terhadap Rusia dan meningkatkan bantuan militer serta ekonomi untuk Ukraina.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas