Sopir Truk Langka, Jepang Mulai Rekrut WNI Secara Masif
WNI dinilai relatif mudah beradaptasi, memiliki etos kerja tinggi, dan sudah banyak bekerja di sektor manufaktur serta perawatan di Jepang
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Kekurangan sopir truk di Jepang memasuki fase darurat dan membuka peluang besar bagi WNI melalui skema visa Tokutei Ginou
- Jumlah sopir turun jadi 860 ribu pada 2024 dan diproyeksikan defisit hingga 300 ribu orang pada 2030
- Namun calon WNI wajib lulus tes keterampilan, JLPT N4, serta menghadapi tantangan budaya kerja yang ketat.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kekurangan sopir truk di Jepang kini memasuki fase darurat dan membuka peluang besar bagi Warga Negara Indonesia (WNI).
Seiring menyusutnya tenaga kerja domestik dan menuanya usia sopir lokal, Jepang mulai mengandalkan pekerja asing, termasuk dari Indonesia, untuk menopang kelangsungan logistik nasional.
"Data menunjukkan, jumlah sopir truk Jepang turun drastis dari sekitar 1 juta orang pada 1990-an menjadi hanya sekitar 860 ribu orang pada 2024. Lebih dari 50 persen sopir berusia di atas 50 tahun, sementara generasi muda enggan masuk ke sektor ini karena jam kerja panjang dan penghasilan yang dinilai kurang sebanding," ungkap sumber Tribunnews.com di kementerian transpprtasi Jepang Jumat (26/12/2025).
Pemerintah Jepang memperkirakan, pada 2030 negara ini akan kekurangan 200–300 ribu sopir truk.
Dampaknya tidak main-main: hingga 40 persen kebutuhan logistik nasional terancam tidak terangkut jika tidak ada langkah cepat.
Baca juga: Penusukan Brutal Bikin 14 Orang Terkapar di Pabrik Ban Truk di Jepang
Indonesia Masuk Radar Jepang
Dalam situasi krisis ini, Indonesia disebut sebagai salah satu negara paling potensial.
Selain jumlah usia produktif yang besar, WNI dinilai relatif mudah beradaptasi, memiliki etos kerja tinggi, dan sudah banyak bekerja di sektor manufaktur serta perawatan di Jepang.
Pada Maret 2024, pemerintah Jepang secara resmi menambahkan sektor angkutan kendaraan bermotor ke dalam skema visa Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker).
"Mulai Desember 2024, perusahaan logistik Jepang diizinkan merekrut sopir asing. Target nasionalnya mencapai 24.500 orang dalam lima tahun, dan Indonesia menjadi salah satu negara sumber utama," katanya.
Syarat Ketat, Tapi Terbuka
Meski peluang terbuka, jalannya tidak mudah.
Calon sopir dari Indonesia harus lulus ujian keterampilan Tokutei Ginou bidang transportasi, yang mencakup keselamatan berkendara, kepatuhan hukum lalu lintas Jepang, perawatan kendaraan, dan penanganan muatan.
Selain itu, kemampuan bahasa Jepang setara JLPT N4 juga menjadi syarat wajib.
Tantangan besar lainnya adalah izin mengemudi Jepang. WNI yang belum memiliki SIM harus mengikuti sekolah mengemudi di Jepang.
Selama proses ini, status tinggal hanya berupa visa kegiatan khusus selama enam bulan dan tidak bisa diperpanjang.