Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sopir Truk Langka, Jepang Mulai Rekrut WNI Secara Masif

WNI dinilai relatif mudah beradaptasi, memiliki etos kerja tinggi, dan sudah banyak bekerja di sektor manufaktur serta perawatan di Jepang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sopir Truk Langka, Jepang Mulai Rekrut WNI Secara Masif
Tribunnews.com/Richard Susilo
PELUANG SOPIR JEPANG - Iyus sopir bis pertama di Jepang dari jalur Tokutei Ginou, bekerja untuk Grup Ryobi di Prefektur Okayama 

Dalam waktu singkat itu, peserta harus belajar bahasa, mengikuti pelatihan, dan lulus ujian.

Perusahaan Jepang Mulai Latih di Indonesia

Untuk mempercepat proses, sejumlah perusahaan besar Jepang mulai melatih calon sopir langsung di Indonesia. 

Salah satunya adalah SBS Holdings, grup logistik besar yang memiliki sekitar 6.000 sopir.

Perusahaan ini berencana mendirikan sekolah mengemudi di Indonesia, lengkap dengan pelatihan bahasa Jepang dan pemahaman budaya kerja Jepang.

Langkah ini dinilai strategis karena dapat menekan biaya pelatihan di Jepang sekaligus mempercepat kesiapan tenaga kerja. 

Target jangka panjangnya, hingga 30 persen sopir grup berasal dari tenaga asing, termasuk Indonesia.

Budaya Kerja Jadi Tantangan Utama

Namun, bukan hanya soal mengemudi. Jepang menuntut standar layanan yang sangat tinggi dari sopir truk: tepat waktu, sopan, rapi, dan sangat hati-hati dalam menangani barang. 

Rekomendasi Untuk Anda

Hal-hal yang dianggap biasa di Jepang belum tentu menjadi kebiasaan di negara lain.

Beberapa perusahaan mengakui adanya kendala budaya, mulai dari cara berkomunikasi hingga penampilan yang memicu keluhan pelanggan. Karena itu, pelatihan bagi WNI tidak hanya fokus pada teknik mengemudi, tetapi juga etika layanan dan budaya kerja Jepang.

Para pakar menilai, peluang bagi WNI di sektor ini sangat besar, tetapi calon pekerja perlu waspada terhadap agen tidak bertanggung jawab. 

Pelatihan yang tidak memadai dapat berujung pada kegagalan adaptasi dan kerugian ganda bagi pekerja maupun perusahaan.

Di sisi lain, Jepang juga mulai memperbaiki kondisi kerja. Undang-Undang Truk baru yang disahkan Juni 2025 mewajibkan perbaikan struktur upah dan lingkungan kerja sopir. 

Jika diterapkan konsisten, profesi sopir truk berpotensi kembali menjadi pekerjaan yang layak dan diminati, termasuk oleh WNI.

Masa Depan WNI di Logistik Jepang

Dengan kombinasi krisis demografi Jepang dan bonus demografi Indonesia, sektor logistik menjadi salah satu jalur kerja baru yang menjanjikan bagi WNI. 

Namun, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang dikirim, melainkan oleh kualitas pelatihan, kesiapan bahasa, dan perlindungan pekerja.

Bagi Indonesia, ini bukan sekadar peluang kerja, tetapi juga momentum untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja nasional agar mampu bersaing dan diakui di sektor strategis Jepang.

Diskusi  loker truk di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas