China Temukan Pembeli Baru untuk Jet Tempur JF-17 Thunder
Pesawat tempur JF-17 Thunder hasil kerja sama Pakistan dan China semakin diminati di pasar global karena biaya relatif rendah dan paket lengkap
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Garudea Prabawati
JF-17 Thunder dikembangkan bersama oleh Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) dari China.
Pesawat tempur ringan generasi keempat ini kini diproduksi dalam varian Block III, yang dilengkapi avionik dan sistem sensor canggih untuk meningkatkan kemampuan tempurnya.
Pakistan dan China secara resmi menyepakati pengembangan JF-17 pada 1999, sebelum pesawat tersebut mulai dioperasikan Angkatan Udara Pakistan (PAF) pada 2010.
Saat ini, PAF mengoperasikan sekitar 156 unit JF-17 dan dilaporkan telah mengerahkannya bersama jet J-10C dalam beberapa operasi militer terbaru.
Dalam pernyataan resminya pada 20 November 2025, Hubungan Masyarakat Antar-Layanan Pakistan (ISPR) menyebut meningkatnya minat internasional terhadap JF-17 sebagai bukti kepercayaan global terhadap industri pertahanan Pakistan.
“Beberapa negara telah menyatakan minat untuk mengakuisisi JF-17 Thunder. Penandatanganan nota kesepahaman dengan negara sahabat ini menjadi tonggak penting dalam perluasan kemitraan pertahanan dan industri Pakistan,” tulis ISPR.
Sementara itu, analis pertahanan dari International Institute for Strategic Studies (IISS), Douglas Barrie, menjelaskan bahwa varian Block III membawa peningkatan signifikan.
“Block III menggantikan radar pemindaian mekanis dengan radar AESA, yang meningkatkan kemampuan akuisisi dan pelacakan target. Selain itu, integrasi peluncur ganda memungkinkan pesawat membawa lebih banyak rudal udara-ke-udara berpemandu aktif,” tulis Barrie dalam analisisnya pada Januari 2024.
Sejumlah negara lain, termasuk Irak dan Bangladesh, juga dilaporkan menunjukkan ketertarikan terhadap JF-17, seiring upaya Pakistan memperluas pangsa pasar global industri pertahanannya.
Spesifikasi JF-17
Mengutip Defense Security Asia, JF-17 Block 3 merupakan pesawat tempur multiperan bermesin tunggal yang dirancang untuk menggabungkan kelincahan, efisiensi biaya, dan kemampuan tempur modern.
Pesawat ini dikembangkan untuk negara-negara yang membutuhkan kemampuan udara mutakhir tanpa harus menanggung biaya akuisisi tinggi.
Baca juga: China Kuasai Pasokan Samarium, Produksi Jet Tempur F-35 dan Rudal Tomahawk Amerika Terancam Berhenti
Dengan desain rangka yang ringkas, JF-17 menawarkan siklus perawatan yang cepat serta fleksibilitas tinggi dalam penempatan di garis depan.
JF-17 Block 3 memiliki panjang 14,326 meter, bentang sayap 9,44 meter, dan tinggi 4,57 meter.
Dimensi tersebut dioptimalkan untuk stabilitas aerodinamis dan hambatan rendah pada kecepatan supersonik.
Pesawat ini memiliki bobot lepas landas maksimum 13.500 kilogram, memungkinkan pengangkutan berbagai muatan sambil tetap mempertahankan kelincahan tinggi di berbagai ketinggian.
Baca tanpa iklan