China Temukan Pembeli Baru untuk Jet Tempur JF-17 Thunder
Pesawat tempur JF-17 Thunder hasil kerja sama Pakistan dan China semakin diminati di pasar global karena biaya relatif rendah dan paket lengkap
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Pesawat tempur JF-17 Thunder hasil kerja sama Pakistan dan China semakin diminati di pasar global
- Pesawat ini memiliki biaya relatif rendah dan paket lengkap yang ditawarkan.
- Sejumlah negara seperti Myanmar, Nigeria, Azerbaijan, serta Libya dilaporkan telah membeli atau berminat mengakuisisi JF-17
TRIBUNNEWS.COM – Pesawat tempur JF-17 Thunder buatan China terus memperluas daya tariknya di pasar global.
Pesawat ini diincar banyak negara setelah tampil dalam sejumlah pameran dirgantara internasional.
Mengutip Newsweek, Pakistan memasarkan JF-17, yang dikembangkan bersama China, sebagai pesawat tempur multiperan berbiaya relatif rendah.
Pakistan juga memposisikan diri sebagai pemasok yang mampu menawarkan paket lengkap, mulai dari pesawat, pelatihan, hingga dukungan pemeliharaan, di luar rantai pasok Barat.
China sendiri telah memanfaatkan pertumbuhan industri pertahanannya untuk menjadi salah satu eksportir senjata terbesar dunia.
Menurut data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), China kini menempati posisi keempat eksportir senjata global, memasok drone, jet tempur, dan sistem rudal ke hampir 48 negara.
Kebangkitan China sebagai pemasok utama persenjataan ini turut mengubah peta industri pertahanan global, terutama di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.
Platform militer yang relatif modern dengan harga lebih terjangkau memberikan alternatif baru bagi negara-negara yang ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok Barat.
Pakistan dilaporkan telah mencapai kesepakatan ekspor militer senilai sekitar 4 miliar dolar AS dengan Tentara Nasional Libya yang berbasis di Benghazi.
Kesepakatan tersebut diperkirakan mencakup lebih dari 12 unit jet tempur JF-17, meskipun negara Afrika Utara itu masih berada di bawah embargo senjata PBB, menurut laporan Reuters.
Pada November lalu, Pakistan juga mengumumkan bahwa sebuah negara sahabat, yang identitasnya belum diungkap, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengadaan jet tempur JF-17 dalam ajang Dubai Airshow.
Baca juga: Pesanan Jet Tempur JF-17 Block III China dan Pakistan Naik Dua Kali Lipat, Jadi 40 Jet Tempur
Myanmar menjadi pelanggan asing pertama JF-17 setelah memesan 16 unit varian Block II sekitar 2015.
Nigeria kemudian menyusul dengan pembelian tiga unit JF-17 Block II yang resmi diterima pada Mei 2021.
Azerbaijan juga masuk dalam daftar pembeli dengan menandatangani kontrak senilai 1,6 miliar dolar AS untuk varian Block III pada 2024.
Kesepakatan tersebut diperluas pada Juni tahun yang sama menjadi paket senilai sekitar 4,6 miliar dolar AS untuk 40 unit pesawat, sebagaimana dilaporkan situs pertahanan Army Recognition.
Baca tanpa iklan