Wisatawan Jepang Dikritik Wartawan Aki Shikama: Pelanggaran Etika di Luar Negeri Bikin Malu
Aki Shikama menegur perilaku memalukan wisatawan Jepang di luar negeri, dari pencurian di Bali hingga pelanggaran etika di bandara dan kereta
Editor:
Eko Sutriyanto
Sejumlah kasus menyebutkan wisatawan Jepang yang menyimpan mentega, mi instan, hingga roti ke dalam tas atau koper.
Padahal, fasilitas lounge disediakan untuk dikonsumsi di tempat, bukan untuk dibawa keluar.
Baca juga: Penusukan Brutal Bikin 14 Orang Terkapar di Pabrik Ban Truk di Jepang
Praktik ini dinilai sebagai pelanggaran etika, bahkan bisa dianggap pencurian, meski barangnya “gratis”.
Tak sedikit pengelola lounge kini mengubah sistem layanan—misalnya dengan dispenser air atau minuman—sebagai langkah pencegahan agar barang tidak dibawa keluar.
Pelanggaran Kecil, Dampak Besar
Selain itu, perilaku seperti berjalan di hotel dengan piyama dan sandal, tidak memberi tip di negara yang menjunjung budaya tip, tidak menerapkan lady first, menyentuh barang dagangan tanpa niat membeli, hingga tidak meminta maaf saat bersenggolan, juga kerap dipandang negatif di luar Jepang.
Di era media sosial, pelanggaran kecil pun dapat langsung tersebar ke seluruh dunia melalui foto dan video.
Ungkapan lama “aib perjalanan bisa dibuang” kini tak lagi relevan.
Satu kejadian bisa dengan cepat menjadi label kolektif terhadap bangsa Jepang.
Menjaga Reputasi Paspor Jepang
Paspor Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu paspor terkuat di dunia, hasil dari kepercayaan global yang dibangun puluhan tahun.
Namun, kepercayaan itu dapat runtuh akibat kelalaian dan sikap meremehkan aturan lokal.
Para pemerhati perjalanan menegaskan, menghormati budaya dan hukum negara tujuan bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab setiap wisatawan.
"Sekali reputasi rusak, tidak mudah untuk memulihkannya kembali," ungkapnya lagi.
Sosok Aki Shikama
Lahir di Kota Osaka. Setelah lulus dari Fakultas Sosiologi Universitas Kwansei Gakuin, ia bekerja sebagai reporter untuk Yomiuri Shimbun selama sekitar tujuh tahun, dan terlibat dalam berbagai kegiatan pelaporan.
Baca tanpa iklan