Hamas Konfirmasi Kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar
Hamas mengakui kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar dan menegaskan komitmen gencatan senjata meski Israel dituding melanggar.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Brigade al-Qassam resmi mengonfirmasi kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar dalam perang Gaza.
- Hamas memperkenalkan juru bicara baru sekaligus mengungkap identitas asli Abu Obeida pertama kali.
- Hamas menegaskan komitmen gencatan senjata sambil menuding Israel terus melanggar kesepakatan.
TRIBUNNEWS.COM - Sayap bersenjata Hamas, Brigade Izz al-Din al-Qassam, secara resmi mengonfirmasi kematian juru bicaranya yang dikenal sebagai Abu Obeida, serta mantan pemimpin Hamas di Gaza, Mohammed Sinwar, dalam perang di Jalur Gaza.
Al Jazeera melaporkan, konfirmasi tersebut disampaikan melalui pernyataan video pada Senin (29/12/2025).
Pernyataan ini sekaligus menandai pengakuan resmi pertama Hamas atas kematian Abu Obeida.
Abu Obeida dikenal sebagai sosok yang selama lebih dari dua dekade menjadi wajah komunikasi militer kelompok tersebut.
Dalam pernyataan itu, Brigade al-Qassam juga memperkenalkan juru bicara baru.
Juru bicara tersebut tampil mengenakan penutup wajah.
Ia untuk pertama kalinya mengungkap identitas asli Abu Obeida.
Nama asli Abu Obeida disebut sebagai Hudhayfah Samir Abdullah al-Kahlout.
“Dengan bangga kami mengumumkan kemartiran pemimpin besar kami, Abu Obeida,” ujar juru bicara baru tersebut.
Ia menegaskan bahwa gelar dan peran Abu Obeida kini diwarisi oleh penerusnya.
Militer Israel sebelumnya mengklaim telah membunuh Mohammed Sinwar pada Mei 2025.
Baca juga: Israel Rilis Foto Abu Obeida Bersama 3 Petinggi Militer Hamas
Sinwar merupakan adik dari mantan pemimpin Hamas, Yahya Sinwar.
Tiga bulan kemudian, Israel juga menyatakan Abu Obeida tewas dalam serangan di Gaza.
Klaim tersebut baru dikonfirmasi Hamas secara resmi saat ini.