Hamas Konfirmasi Kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar
Hamas mengakui kematian Abu Obeida dan Mohammed Sinwar dan menegaskan komitmen gencatan senjata meski Israel dituding melanggar.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ia akhirnya turut terbunuh dalam perang yang berlangsung.
Sikap Hamas soal Gencatan Senjata
Juru bicara baru Brigade al-Qassam menegaskan Hamas tetap berkomitmen pada gencatan senjata.
Gencatan senjata itu mulai berlaku lebih dari dua bulan lalu.
Namun, Hamas menuding Israel melakukan pelanggaran berulang.
“Rakyat kami membela diri dan tidak akan menyerahkan senjata mereka selama pendudukan masih berlangsung,” ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menolak tuntutan perlucutan senjata.
Ia juga menyerukan tekanan internasional terhadap Israel.
Tekanan tersebut diminta agar Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
Ia memperingatkan bahwa Hamas menganggap hak untuk merespons pelanggaran tetap berlaku.
Korban Perang Israel-Hamas
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober, sedikitnya 414 warga Palestina tewas.
Baca juga: Wanita Tewas akibat Cuaca Ekstrem di Gaza, Tenda Pengungsi Roboh Diterpa Badai
Sebanyak 1.145 orang lainnya terluka.
Ratusan jenazah masih ditemukan dari reruntuhan bangunan.
Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza mencapai 71.266 orang.
Jumlah korban luka tercatat lebih dari 171.000 orang.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan