Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Persen Lagi, Ukraina Optimis Menuju Kesepakatan Damai tapi Dihalangi Rusia

Ukraina optimis bahwa 10 persen lagi akan mencapai kesepakatan damai tapi dihalangi Rusia yang dinilai tidak ingin mengakhiri perang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 10 Persen Lagi, Ukraina Optimis Menuju Kesepakatan Damai tapi Dihalangi Rusia
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY BERPIDATO - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Kamis (1/1/2026). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam pidato pada malam tahun baru, Rabu, 31 Desember 2025. Ukraina optimis bahwa 10 persen lagi akan mencapai kesepakatan damai tapi dihalangi Rusia yang dinilai tidak ingin mengakhiri perang. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan kesepakatan damai sudah siap 90 persen.
  • Isu sensitif seperti teritorial masih menghalangi kesepakatan.
  • Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.408 ketika Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah manapun kepada Rusia.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan optimisme kesepakatan damai semakin dekat.

"Ukraina tinggal 10 persen lagi menuju kesepakatan damai," kata Volodymyr Zelenskyy dalam pidato malam tahun baru, Rabu (31/12/2025).

Ia menekankan negaranya menginginkan berakhirnya perang tetapi bukan dengan "harga berapa pun", menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah manapun.

"Kesepakatan damai sudah 90 persen siap, 10 persen masih tersisa. Dan itu jauh lebih dari sekadar angka," lanjutnya.

"Sepuluh persen itulah yang akan menentukan nasib perdamaian, nasib Ukraina dan Eropa," tambahnya.

Presiden Ukraina itu mengatakan Rusia tidak menunjukkan sikap ingin mengakhiri perang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bisakah Rusia mengakhiri perang? Ya. Apakah mereka menginginkannya? Tidak," katanya.

Ia lalu menyerukan kepada negara di seluruh dunia untuk menekan Rusia agar mengakhiri perang, serta memastikan Ukraina mendapat jaminan keamanan yang kuat.

Selama berbulan-bulan, Amerika Serikat (AS) telah berupaya merancang kesepakatan perdamaian dengan masukan dari Rusia dan Ukraina, tetapi gagal mencapai terobosan pada isu kunci mengenai wilayah dan penyelesaian pasca-perang.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.408 pada Kamis (1/1/2026).

Baca juga: Rusia Rilis Video Puing Drone yang Serang Rumah Putin, Ukraina Membantah

Perang Rusia–Ukraina bermula dari invasi militer besar-besaran yang dilancarkan Rusia ke wilayah Ukraina pada 24 Februari 2022.

Konflik ini berakar dari dinamika geopolitik pasca runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina berdiri sebagai negara merdeka dengan kepentingan politik dan keamanan yang kerap berseberangan.

Dalam perkembangannya, Ukraina secara bertahap mempererat hubungan dengan negara-negara Barat serta menyatakan keinginan bergabung dengan NATO dan Uni Eropa. Langkah tersebut dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia.

Ketegangan meningkat tajam setelah Revolusi Maidan pada 2014 yang berujung pada jatuhnya presiden Ukraina yang dinilai dekat dengan Rusia.

Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea, sementara konflik bersenjata meletus di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang mendapat dukungan dari Moskow.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas