Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Persen Lagi, Ukraina Optimis Menuju Kesepakatan Damai tapi Dihalangi Rusia

Ukraina optimis bahwa 10 persen lagi akan mencapai kesepakatan damai tapi dihalangi Rusia yang dinilai tidak ingin mengakhiri perang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 10 Persen Lagi, Ukraina Optimis Menuju Kesepakatan Damai tapi Dihalangi Rusia
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY BERPIDATO - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Kamis (1/1/2026). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam pidato pada malam tahun baru, Rabu, 31 Desember 2025. Ukraina optimis bahwa 10 persen lagi akan mencapai kesepakatan damai tapi dihalangi Rusia yang dinilai tidak ingin mengakhiri perang. 

Meski berbagai upaya diplomasi internasional telah ditempuh, konflik di kawasan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah benar-benar mereda.

Situasi akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan serangan militer ke Ukraina pada Februari 2022.

Putin menyebut invasi itu sebagai “operasi militer khusus”, dengan dalih melindungi warga di Donbas, mengatasi ancaman keamanan dari Ukraina, serta menolak perluasan NATO ke Eropa Timur.

Sebagai respons, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi ketat terhadap Rusia dan meningkatkan bantuan militer serta ekonomi kepada Ukraina

AS masih melanjutkan upayanya untuk menengahi perundingan perdamaian, dengan perkembangan perang selengkapnya di bawah ini.

  • Zelenskyy Tak Percaya Putin akan Berhenti di Donbas

Ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin, mendorong kendali penuh atas wilayah Donbas timur Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan apa pun, Zelenskyy mengatakan dia tidak percaya Rusia akan berhenti sampai di situ.

“Mundurlah dari Donbas, dan semuanya akan berakhir. Begitulah kedengarannya penipuan ketika diterjemahkan dari bahasa Rusia ke bahasa Ukraina, bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Prancis, dan, pada kenyataannya, ke bahasa apa pun di dunia,” kata Zelenskyy, berkomentar mengenai tuntutan Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Kremlin mengatakan Rusia ingin Ukraina menarik pasukan sepenuhnya dari Donbas.

“Tentu saja, rezim (Kyiv) harus menarik pasukan bersenjatanya dari Donbas di luar batas administratif,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Senin (29/12/2025).

Mengenai tuntutan Rusia sebagai syarat mengakhiri perang, Zelenskyy menekankan negaranya tidak akan menyerahkan wilayah manapun.

“Apa yang diinginkan Ukraina ? Perdamaian? Ya. Dengan harga berapa pun? Tidak. Kami menginginkan akhir dari perang tetapi bukan akhir dari Ukraina… Apakah kami lelah? Sangat. Apakah ini berarti kami siap menyerah? Siapa pun yang berpikir demikian sangat keliru," katanya, lapor The Guardian.

  • Putin: Percayalah Pada Kemenangan Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan kepada warga Rusia untuk percaya pada kemenangan di Ukraina selama pidato Tahun Baru tahunannya.

Ia secara konsisten mengatakan kepada warganya bahwa militer bermaksud untuk merebut sisa wilayah Ukraina yang telah ia nyatakan sebagai wilayah Rusia dengan kekerasan jika perundingan gagal.

Dalam pidatonya, Putin berbicara kepada para prajurit yang ia sebut sebagai pahlawan.

"Kami percaya kepada kalian dan kemenangan kita," kata Putin, Rabu (31/12/2025).

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas