10 Persen Lagi, Ukraina Optimis Menuju Kesepakatan Damai tapi Dihalangi Rusia
Ukraina optimis bahwa 10 persen lagi akan mencapai kesepakatan damai tapi dihalangi Rusia yang dinilai tidak ingin mengakhiri perang.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Ukraina menargetkan kediaman Putin dalam serangan konvoi pesawat tak berawak pada malam hari, Minggu (28/12/2025) hingga Senin (29/12/2025).
-
Berubah Pikiran, Trump Kini Dukung Berita yang Sebut Rusia Berbohong
Presiden AS Donald Trump memposting ulang sebuah artikel dari The New York Post tertanggal 30 Desember dengan judul: "Pernyataan keras Putin tentang 'serangan' terhadap kediaman tersebut menunjukkan bahwa Rusia-lah yang menghalangi perdamaian."
Presiden dari Partai Republik itu kemudian memposting ulang unggahan tersebut di jejaring sosial Truth Social.
Secara khusus, artikel NYP dengan judul ini menyatakan setelah pertemuan antara Presiden AS dan Ukraina Donald Trump dan Volodymyr Zelensky di Mar-a-Lago di Florida pada Minggu, 28 Desember 2025, suasananya optimis namun tetap waspada.
"Zelensky berkompromi pada banyak poin dari 'rencana perdamaian', dan Presiden Trump mengumumkan kes readiness-nya untuk mengunjungi Ukraina untuk melobi parlemen tentang konsesi teritorial... Kemudian, atas perintah, diktator Rusia Vladimir Putin memilih kebohongan, kebencian, dan kematian... Putin mengklaim bahwa Ukraina meluncurkan drone untuk membunuhnya di salah satu dari banyak kediaman mewahnya," bunyi kutipan berita tersebut.
Sebelumnya, Trump tampak percaya dengan klaim Rusia mengenai serangan tersebut, ketika Putin mengatakannya kepada Trump melalui panggilan telep;on sebelum presiden AS bertemu Zelenskyy pada hari Minggu.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)