Perselisihan Lahan antara Warga dan Perusahaan Negara Berujung Kericuhan di Hainan
Bagi warga desa di Qiongzhong, bentrokan di Hainan bukan semata soal pohon, melainkan perjuangan dan keberlangsungan hidup.
Editor:
Wahyu Aji
Kesenjangan ekonomi antara budidaya pinang dan karet turut memperkeruh konflik.
Satu pohon pinang dapat menghasilkan sekitar 2.000 yuan per tahun, menjadikannya sumber pendapatan signifikan bagi petani.
Sebaliknya, karet membutuhkan tenaga lebih besar dengan hasil ekonomi yang relatif lebih rendah.
Meski demikian, negara tetap mendorong konversi lahan ke perkebunan karet demi kepentingan industri dan keseragaman produksi.
Laporan tersebut juga menyoroti minimnya transparansi setelah insiden terjadi.
Per 2 November 2025, bentrokan di Hainan dilaporkan melibatkan ratusan warga dan lebih dari seratus aparat kepolisian.
Sejumlah kendaraan rusak dan kebuntuan berlangsung hingga dini hari.
Perusahaan kemudian menawarkan kompensasi dua kali lipat kepada para petani, namun warga tetap menyuarakan ketidakpercayaan dan menuntut pengakuan atas hak kelola lahan yang telah mereka jalankan selama puluhan tahun.
Bagi warga desa di Qiongzhong, bentrokan di Hainan bukan semata soal pohon, melainkan perjuangan mempertahankan martabat dan keberlangsungan hidup di tengah kebijakan negara.
Baca tanpa iklan