Optimisme Ekonomi Asia Menguat, Harapan Besar pada Semikonduktor dan Indonesia Berhati-hati
Survei NNA Optimisme ekonomi Asia awal 2026 menguat, dipimpin India dan sektor semikonduktor, China paling pesimistis dan Indonesia masih berhati-hati
Editor:
Eko Sutriyanto
Di Asia Tenggara, Vietnam mencatat tingkat optimisme tinggi, dengan 62,5 persen responden memprediksi ekonomi membaik.
Perpindahan basis produksi dari negara lain ke Vietnam dinilai masih berlanjut.
Sementara itu, Thailand dinilai relatif stabil. Meski menghadapi penguatan baht, ketegangan dengan Kamboja, serta pemilu parlemen pada Februari 2026, mayoritas responden menilai ekonomi Thailand tidak akan mengalami perubahan signifikan dalam waktu dekat.
Pesimisme Terbesar di China
Berbanding terbalik, China menjadi negara dengan tingkat pesimisme tertinggi.
Sebanyak 33,1 persen responden memprediksi ekonomi memburuk, jauh melampaui yang optimistis (11,3 persen).
Ketegangan berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan memburuknya hubungan dengan Jepang disebut memperberat iklim usaha bagi perusahaan Jepang.
“Di sekitar kami sudah ada perusahaan yang mulai menarik diri atau mengecilkan skala bisnisnya,” ungkap salah satu responden dari sektor manufaktur.
Sektor Konstruksi dan Semikonduktor Paling Optimistis
Dilihat dari sektor usaha, konstruksi dan properti menjadi yang paling optimistis (41,3 persen), disusul elektronik dan semikonduktor (37,7 persen).
Sebaliknya, sektor otomotif menunjukkan kecenderungan pelemahan, dengan 40 persen responden menilai kondisi memburuk pada paruh kedua 2025.
Gambaran Umum Survei
Survei NNA ini dilakukan secara daring pada 8–17 Desember 2025, melibatkan 589 responden dari 15 negara dan wilayah di Asia Pasifik.
Responden berasal dari sektor manufaktur (44,5 persen) dan non-manufaktur (50,4 persen), dengan jumlah terbesar dari China, Indonesia, dan Thailand.
Hasil survei menunjukkan bahwa meski ketidakpastian global masih membayangi, Asia memulai 2026 dengan optimisme yang perlahan menguat, terutama berkat sektor semikonduktor dan pertumbuhan kuat di India.
Diskusi perekonomian di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan