Di Rapat Darurat PBB, AS Dikecam Banyak Negara soal Serangan di Venezuela
AS mendapat kritikan dari banyak negara dalam Sidang Darurat PBB soal serangan AS dan penangkapana Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
“Di manakah landasan perdamaian dan keamanan internasional?” tanya Duta Besar Kolombia untuk PBB, Zalabata Torres, pada pertemuan hari Senin.
“Ini mengingatkan kita pada campur tangan terburuk di wilayah kita, di zona perdamaian kita," lanjutnya.
Sekutu historis Venezuela, Rusia dan China, juga mengecam tindakan AS.
“Kita tidak bisa membiarkan Amerika Serikat menyatakan dirinya sebagai semacam hakim agung, yang sendirian memiliki hak untuk menyerang negara mana pun, untuk menetapkan pelaku, untuk menjatuhkan dan menegakkan hukuman tanpa menghiraukan prinsip-prinsip hukum internasional, kedaulatan, dan nonintervensi,” kata duta besar Rusia Vassily Nebenzia.
AS Membela Diri
Sementara Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, menepis semua kritikan terhadap negaranya dan menyebut penangkapan Nicolas Maduro sebagai operasi penegakan hukum yang tepat sasaran.
“Jika Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam badan ini memberikan legitimasi kepada seorang teroris narkoba yang tidak sah dengan perlakuan yang sama dalam piagam ini terhadap seorang presiden atau kepala negara yang dipilih secara demokratis, organisasi macam apa ini?” kata Mike Waltz.
Sidang darurat pada hari Senin menandai kedua kalinya Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan terkait tindakan AS terhadap Venezuela sejak Oktober, ketika mereka membahas serangan mematikan AS terhadap kapal-kapal Venezuela yang dituduh mengangkut narkoba.
Sementara itu, Nicolas Maduro dan Cilia Flores dibawa ke pengadilan di New York, di mana keduanya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan masing-masing.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan