Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Perairan Timur: Pesan Keras ke AS yang Serang Venezuela

Korea Utara dan Venezuela memang telah memperkuat hubungan mereka selama beberapa dekade. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Perairan Timur: Pesan Keras ke AS yang Serang Venezuela
connectas.org
LEDAKAN DI IBU KOTA - Dentuman dahsyat serangan udara dan kilatan ledakan yang menerangi langit di atas ibu kota Venezuela, Caracas, membangunkan warga pada dini hari tanggal 3 Januari 2026, yang masih belum pulih dari perayaan Tahun Baru. 

Korea Utara Tembakkan Rudal-Rudal Balistik ke Perairan Timur: Pesan Keras ke AS yang Serang Venezuela
 

Ringkasan Berita:
  • Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik ke arah perairan timurnya.
  • Manuver Korea Utara ini memicu peningkatan pengawasan oleh Korea Selatan, AS, dan Jepang.
  • Peluncuran rudal-rudal balistik ini terjadi di tengah aksi militer AS di Venezuela

TRIBUNNEWS.COM - Militer Korea Utara dilaporkan intelijen Korea Selatan, menembakkan sejumlah rudal balistik ke lepas pantai timurnya, Minggu (4/1/2026).

Peluncuran pertama rudal-rudal di tahun 2026 ini terjadi di tengah aksi militer Amerika Serikat (AS) terhadap sekutu sosialis Pyongyang, Venezuela.

Korea Utara dan Venezuela memang telah memperkuat hubungan mereka selama beberapa dekade. 

Baca juga: Dari Baghdad ke Caracas: Kesamaan dan Kemiripan Blueprint Amerika Obok-obok Negara Orang

Venezuela membuka kedutaan pertamanya di Pyongyang pada tahun 2019 untuk memperkuat kerja sama melawan apa yang keduanya sebut sebagai "imperialisme Amerika Utara".

Korea Utara juga telah mempertahankan kedutaan besarnya di Caracas sejak 2014.

"Peluncuran rudal ini terjadi di tengah kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Tiongkok untuk sebuah pertemuan puncak," tulis laporan WN, dikutip Selasa (6/1/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Kepala Staf Gabungan Militer Korea Selatan, Jin Yong-sung dalam sebuah pernyataan mengatakan kalau mereka mendeteksi beberapa peluncuran rudal balistik dari wilayah ibu kota Korea Utara, Minggu, sekitar pukul 7:50 pagi.

Mereka mengatakan rudal-rudal tersebut ditembakkan ke arah perairan timur Korea Utara.

Namun, jenderal Korea Selatan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut seperti seberapa jauh rudal tersebut terbang.

"Kepala Staf Gabungan militer Korea Selatan mengatakan telah memperkuat postur pengawasannya dan secara erat bertukar informasi dengan AS dan Jepang tentang peluncuran rudal Korea Utara," tulis laporan tersebut.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan juga mendeteksi dugaan peluncuran rudal oleh Korea Utara. Tidak ada laporan langsung tentang kerusakan apa pun.

Dentuman dahsyat serangan udara dan kilatan ledakan yang menerangi langit di atas ibu kota Venezuela, Caracas, membangunkan warga pada dini hari tanggal 3 Januari 2026, yang masih belum pulih dari perayaan Tahun Baru.
Dentuman dahsyat serangan udara dan kilatan ledakan yang menerangi langit di atas ibu kota Venezuela, Caracas, membangunkan warga pada dini hari tanggal 3 Januari 2026, yang masih belum pulih dari perayaan Tahun Baru. (connectas.org)

AS Serang Venezuela

Peluncuran rudal Korea Utara ini terjadi tak lama setelah AS menyerang Venezuela.

Dalam operasi militer yang cepat, AS, pada Sabtu (3/1/2026), menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dalam apa yang mereka sebut sebagai perang melawan kartel narkoba dan gembong narkoba.

Pasukan AS membombardir Venezuela, menangkap Maduro dan istrinya Cilia Flores dari kamar tidur mereka dan membawa mereka ke New York.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas