5 Populer Internasional: Demo di Iran Memanas - Usaha NATO Lindungi Greenland dari AS
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya demonstrasi besar di Iran menewaskan ratusan warga sipil dan aparat keamanan
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Di samping itu, dia mengkritik pemerintah Presiden AS Donald Trump yang menurutnya mendukung aksi kebrutalan di AS. Namun, Trump justru bungkam terhadap aksi perusuh di negara lain.
Araghchi menyinggung kasus seorang perempuan di AS yang tewas karena ditembak oleh agen ICE (Lembaga Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai). Dalam kasus itu Trump justru menuding korban sebagai “teroris dalam negeri”.
Jaringan terorganisir diduga menyusup ke Iran
Sekretaris Dewan Keamanan Iran Ali Larijani pada hari Minggu mengklaim “jaringan yang terorganisir dan merusak” telah menyusup di antara para pengunjuk rasa dan menjalankan aksi kekerasan. Larijani menyebut taktik yang dilakukan jaringan itu mirip dengan taktik ISIS.
Kepada kantor berita Tasnim, Larijani berkata kerusuhan yang terjadi di Iran belakangan ini harus dipisahkan dari aksi unjuk rasa yang dipicu oleh krisis ekonomi.
Sebelumnya, Tasnim melaporkan ada 109 aparat keamanan yang tewas karena kerusuhan di seluruh Iran.
4. Jerman dan Inggris Ajak NATO Tempatkan Pasukan Gabungan di Greenland
Inggris dan Jerman mengajak negara-negara anggota NATO menempatkan pasukan di Greenland demi mencegah pengambilalihan wilayah tersebut oleh Amerika Serikat dari tangan Denmark.
Inggris dan Jerman bersama sejumlah negara Eropa sedang membahas rencana kehadiran militer di Greenland untuk menunjukkan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa benua itu serius tentang keamanan Arktik.
Langkah tersebut juga untuk meredam ancaman AS di bawah Presiden Donald Trump yang berambisi mengambil alih wilayah Denmark yang berdaulat sendiri.
Jerman mengusulkan pembentukan misi gabungan NATO untuk melindungi wilayah Arktik, menurut orang-orang yang mengetahui rencana tersebut.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara terpisah telah mendesak Sekutu untuk meningkatkan kehadiran keamanan mereka di Kutub Utara dan baru-baru ini menghubungi para pemimpin termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk membahas masalah ini.
Serangan AS untuk menangkap pemimpin Venezuela bulan ini, serta retorika Donald Trump yang meningkat tentang kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengendalikan Greenland, telah memaksa para pemimpin Eropa untuk dengan cepat menyusun strategi.
Mereka ingin menunjukkan bahwa Eropa dan Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) mengendalikan keamanan kawasan tersebut, sambil mencoba melemahkan argumen Trump untuk mengambil alih Greenland, kata orang-orang yang berbicara dengan syarat anonim.
Baca tanpa iklan