Zelenskyy: Rusia Siapkan Serangan Besar dalam Beberapa Hari Lagi
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia menyiapkan serangan besar dalam beberapa hari lagi, menurut informasi intelijen.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Akar konflik bermula setelah Uni Soviet bubar, yang membuat Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka dengan arah politik dan kepentingan keamanan yang berbeda.
Ukraina kemudian semakin mendekat ke negara-negara Barat dan menyatakan keinginan untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa, langkah yang dianggap Rusia sebagai ancaman bagi keamanannya.
Situasi semakin memanas pada 2014, saat terjadi Revolusi Maidan yang menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dekat dengan Rusia.
Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea, dan konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.
Meski berbagai upaya diplomasi internasional telah dilakukan, konflik tersebut tidak berhasil diselesaikan. Ketegangan akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
Rusia menyatakan tindakan ini dilakukan untuk melindungi warga di Donbas, menjaga keamanan nasional, dan menolak perluasan NATO ke Eropa Timur.
Sebagai balasan, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia serta memberikan bantuan militer dan keuangan kepada Ukraina.
Perang tersebut masih terus berlangsung, sementara Amerika Serikat dan sekutunya berupaya mendorong perundingan damai agar konflik tersebut dapat segera berakhir.
-
AS dan Inggris Kecam Rusia yang Gunakan Rudal Oreshnik
AS dan Inggris mengutuk Rusia karena menggunakan rudal balistik Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir dalam serangan di Ukraina.
Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat untuk merespons serangan besar-besaran Rusia di Ukraina.
Dalam pertemuan itu, Tammy Bruce, Wakil Duta Besar AS, menyebut serangan di Lviv sebagai eskalasi yang berbahaya dan tidak dapat dijelaskan.
Pelaksana tugas Duta Besar Inggris untuk PBB, James Kariuki, menyebut serangan itu ceroboh.
"Itu mengancam keamanan regional dan internasional serta membawa risiko eskalasi dan kesalahan perhitungan yang signifikan," kata James Kariuki, Senin (12/1/2026).
-
Ukraina Gelar Pertemuan Dewan Ukraina dan NATO
Ukraina menggelar pertemuan luar biasa Dewan Ukraina–NATO dalam format komite politik.
Pertemuan ini diadakan atas permintaan pemerintah Ukraina menyusul serangan Rusia ke wilayah Lviv menggunakan rudal Oreshnik, sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Ukraina.