Zelenskyy Ungkap Strategi Baru Pertahanan Udara Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap strategi baru pertahanan udara Ukraina. Rusia kembali menyerang kota Kyiv pada Selasa pagi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Pada tahun yang sama, Rusia menganeksasi Krimea. Konflik bersenjata juga pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia. Meski berbagai upaya diplomasi internasional telah ditempuh, konflik tak pernah benar-benar mereda.
Situasi tersebut akhirnya berujung pada keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melancarkan invasi militer penuh pada Februari 2022. Rusia menyatakan operasi itu bertujuan melindungi warga di Donbas, menjaga kepentingan keamanannya, serta menolak perluasan NATO di Eropa Timur.
Langkah Moskow memicu respons keras dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya, yang menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia sekaligus meningkatkan bantuan militer dan keuangan bagi Ukraina.
Hingga kini perang masih berlangsung. Upaya perundingan damai belum membuahkan hasil, meski berbagai jalur diplomasi—termasuk yang dimediasi Amerika Serikat—terus diupayakan. Perkembangan di medan tempur pun terus memberi dampak luas terhadap stabilitas kawasan dan dinamika geopolitik global.
-
Zelensky Peringatkan Warganya Waspada
Presiden Ukraina Zelenskyy memperingatkan warga Ukraina untuk "sangat waspada" menjelang serangan baru Rusia yang diperkirakan akan terjadi.
"Rusia telah mempersiapkan serangan, serangan besar-besaran, dan sedang menunggu saat yang tepat untuk melaksanakannya," katanya, mendesak setiap wilayah di negara itu untuk bersiap merespons secepat mungkin dan membantu masyarakat.
Zelenskyy dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha sama-sama memperingatkan pada akhir pekan bahwa intelijen Ukraina telah mencatat bahwa Rusia sedang melakukan pengintaian terhadap target-target tertentu, khususnya gardu induk yang memasok pembangkit listrik tenaga nuklir.
Menteri energi Ukraina Denys Shmyhal mengatakan pada hari Senin bahwa ia telah memberi tahu kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang persiapan Rusia untuk serangan lebih lanjut terhadap fasilitas energi Ukraina, termasuk yang memastikan operasi pembangkit listrik tenaga nuklir.
-
Rusia Serang Kyiv dengan Rudal
Pasukan Rusia melancarkan serangan gabungan drone dan rudal ke Kyiv pada Selasa pagi, memicu pemadaman listrik dan pasokan air, menurut laporan Vitali Klitschko, walikota ibu kota Ukraina.
"Sebuah bangunan non-hunian terkena serangan dan satu orang terluka dalam serangan di tepi timur Sungai Dnipro," kata Vitali Klitschko di Telegram.
Administrasi militer Kyiv mengatakan sebuah area penyimpanan rusak dan beberapa mobil dibakar.
-
Jalur Listrik di Zaporizhzhia Disambung Kembali
IAEA menyatakan pada hari Senin bahwa jalur listrik cadangan telah disambungkan kembali ke pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina setelah pekerjaan perbaikan dilakukan di bawah gencatan senjata yang dimediasi oleh IAEA.
Jalur Ferosplavna-1 adalah salah satu dari dua jalur tegangan tinggi yang memasok listrik ke pembangkit listrik yang dikendalikan Rusia di Ukraina dan telah diputus pada awal bulan ini.
-
Rusia Melancarkan Serangan Drone
Rusia melancarkan serangan drone besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina semalam hingga Senin, memutus aliran listrik di lima wilayah di seluruh negeri di tengah suhu di bawah nol dan permintaan yang tinggi.
"Pasukan Rusia telah meluncurkan 145 drone dan pertahanan udara menembak jatuh 126 di antaranya," kata angkatan udara Ukraina.