Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ukraina: Rusia Pakai Internet Starlink untuk Operasikan Drone Shahed

Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan Rusia diduga menggunakan jaringan internet Starlink untuk meluncurkan drone Shahed.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ukraina: Rusia Pakai Internet Starlink untuk Operasikan Drone Shahed
Foto: Mikhail Metzel, TASS/Kremlin
PUTIN BERSERAGAM MILITER - Foto diambil dari laman Kantor Presiden Rusia pada Rabu (17/9/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin berseragam militer di dalam kendaraan komando dan kendali komandan batalyon dalam kunjungannya ke wilayah Nizhny Novgorod dalam gabungan militer Rusia-Belarusia "Latihan Zapad 2025" pada Selasa, 16 September 2025. - Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan Rusia diduga menggunakan jaringan internet Starlink untuk meluncurkan drone Shahed. 

Invasi ini memicu reaksi keras dari Amerika Serikat dan sekutunya. Sanksi ekonomi dijatuhkan terhadap Rusia, sementara Ukraina menerima bantuan militer dan dukungan finansial signifikan dari negara-negara Barat.

Hingga kini, perang masih berlangsung di tengah kebuntuan perundingan karena sengketa wilayah dan kepentingan strategis, dengan Amerika Serikat terus memainkan peran kunci dalam menengahi perundingan Rusia dan Ukraina.

Berikut rangkuman perkembangan terbaru terkait perang Rusia–Ukraina yang dihimpun dari berbagai sumber.

  • Zelenskyy: Semua Pihak Harus Siap Berkompromi, Termasuk AS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Amerika Serikat juga harus siap berkompromi selama negosiasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Zelenskyy menggambarkan pembicaraan antara Ukraina, AS, dan Rusia di Abu Dhabi pada 23-24 Januari sebagai pembicaraan yang konstruktif dan menyebutkan kemungkinan kelanjutannya minggu depan.

"Rencana 20 poin dan isu-isu bermasalah telah dibahas, ada banyak isu bermasalah, sekarang jumlahnya lebih sedikit," kata Zelenskyy dalam konferensi pers bersama para pemimpin Lituania dan Polandia di Vilnius pada hari Minggu. 

Dia mengatakan Rusia telah lama bertujuan untuk menghapus kehadiran Ukraina di bagian timur wilayahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka [Rusia – red] menetapkan ini sebagai tujuan dan sangat jelas bahwa mereka ingin mencapai tujuan ini," kata Zelenskyy.

"Mereka masih belum mampu melakukannya di medan perang. Posisi kami di wilayah kami, integritas teritorial Ukraina, yang harus dihormati – semua orang tahu posisi kami: kami berjuang untuk negara kami, untuk diri kami sendiri, kami tidak berjuang di wilayah negara lain, jadi pertanyaan apa yang mungkin diajukan kepada kami," lanjutnya.

Zelenskyy menegaskan bahwa semua pihak harus menyetujui hal yang sama.

"Ya, ini adalah dua posisi prinsip yang berbeda: Rusia dan Ukraina. Amerika Serikat sedang mencoba mencari kompromi. Kami setuju untuk berkomunikasi dalam format trilateral. Ini mungkin langkah pertama menuju kompromi tersebut. Tetapi untuk mencapai kompromi, semua pihak harus siap berkompromi. Ngomong-ngomong, pihak Amerika juga harus siap," ujarnya.

Axios mengabarkan bahwa pertemuan trilateral akan dilanjutkan pada 1 Februari mendatang di Abu Dhabi.

  • Dokumen Tentang Jaminan Keamanan AS untuk Ukraina Siap Ditandatangani

Zelenskyy menyatakan bahwa dokumen tentang jaminan keamanan AS untuk Ukraina sudah sepenuhnya siap untuk ditandatangani.

"Dokumen ini sudah 100 persen siap, kami menunggu konfirmasi dari para mitra mengenai kesiapan, tanggal, dan tempat penandatanganannya," katanya dalam konferensi pers bersama para pemimpin Lituania dan Polandia di Vilnius.

Zelenskyy mengatakan perjanjian tersebut perlu diratifikasi oleh Kongres AS dan Verkhovna Rada Ukraina (parlemen Ukraina).

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas