Ukraina: Rusia Pakai Internet Starlink untuk Operasikan Drone Shahed
Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan Rusia diduga menggunakan jaringan internet Starlink untuk meluncurkan drone Shahed.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Zelenskyy mengatakan anjing spitz milik Lukashenko mendapat hidup yang lebih layak daripada rakyat Belarus.
"Untuk saat ini, sayangnya, anjing penjaga Lukashenko telah diberikan lebih banyak hak daripada rakyat Belarus. Ada kesempatan pada tahun 2020 untuk mengubah ini. Dan, saya yakin, akan ada kesempatan lain. Tetapi saat itu, dukungan untuk rakyat Belarus sama sekali tidak cukup. Dan sekarang kita semua merasakan betapa lebih sulit, betapa lebih mahal, dan betapa lebih berbahayanya bagi semua orang karena ketergantungan Belarus pada Moskow – ketergantungan yang tidak berkurang," kata Zelenskyy dalam pidato di Lituania, Minggu.
"Eropa tidak boleh kehilangan bangsa mana pun yang hidup dengan kebebasan," katanya, seraya menambahkan, "Eropa tidak boleh membuang waktu."
Ia menambahkan bahwa jika pemberontakan Belarusia pada tahun 2020 berhasil, hal itu akan mencegah ancaman yang muncul saat ini.
"Eropa dan dunia seharusnya mendukung orang-orang yang bangkit, dan sejarah akan berbeda – lebih aman," kata Presiden Ukraina.
"Sebagian besar, perang-perang abad ke-20 adalah akibat dari ketidakpedulian kekuatan-kekuatan dunia pada abad ke-19," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Zelenskyy menyampaikan pesan kepada rakyat Belarus.
"Saya ingin menyampaikan sesuatu secara langsung kepada rakyat Belarusia. Kalian adalah bangsa Eropa yang akan berdiri bersama semua rakyat kita dalam Eropa yang bersatu dan bebas. Eropa yang damai. Eropa yang kuat. Kalian tidak dapat dihapus. Tidak seorang pun dari kita dapat dihapus. Saya berterima kasih kepada semua sukarelawan Belarusia yang berjuang untuk kemerdekaan kita di Ukraina dan untuk kesempatan bersejarah bagi negara mereka sendiri," jelasnya.
Pemberontakan Januari, yang dimulai pada 22 Januari 1863 di Kerajaan Polandia yang dikuasai Rusia, adalah pemberontakan terlama di Polandia yang terbagi.
Tujuannya adalah untuk mengakhiri kekuasaan Rusia atas sebagian Polandia dan memulihkan kemerdekaan negara tersebut.
Pemberontakan berlanjut hingga tahun 1864, ketika para pemberontak terakhir ditangkap oleh pasukan Rusia.
Bersama dengan orang Polandia, orang Lituania, Belarusia, dan Ukraina ikut mengangkat senjata dalam perjuangan untuk kebebasan.
Pemberontakan ini melibatkan warga dari semua lapisan masyarakat dan memiliki konsekuensi yang luas bagi Polandia dan dunia yang lebih luas.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan