Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Trump dan Sekutunya Retak karena Greenland - Jenderal Elit China Dicopot

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya para pemimpin sayap kanan Eropa mengkritik rencana Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 5 Populer Internasional: Trump dan Sekutunya Retak karena Greenland - Jenderal Elit China Dicopot
Tangkap layar YouTube live streaming Associated Press
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Tangkap layar YouTube live streaming Associated Press pada 3 September 2025, menampilkan suasana parade militer China di Tiananmen Square, Beijing. Rangkuman berita populer internasional, di antaranya para pemimpin sayap kanan Eropa mengkritik rencana Donald Trump untuk mengambil alih Greenland. 

Ringkasan Berita:
  • Para pemimpin sayap kanan Eropa mengkritik rencana Donald Trump untuk mengambil alih Greenland
  • Iran sesumbar memiliki rudal baru yang lebih mematikan dibanding perang melawan Israel tahun 2025. 
  • China diguncang krisis internal setelah Jenderal Zhang Youxia dicopot dan diselidiki atas dugaan membocorkan rahasia nuklir.


TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan dunia internasional dalam 24 jam terakhir.

Para pemimpin sayap kanan di Jerman, Italia, dan Prancis mengkritik keras rencana Donald Trump di Greenland.

Sementara itu, China dilanda masalah internal karena jenderal elitnya dicopot diduga membocorkan data strategis program senjata nuklir China kepada AS.

Berikut berita selengkapnya.

1. Ambisi Trump Ambil Alih Greenland Ciptakan Keretakan MAGA dan Sayap Kanan Ekstrem Eropa

Ketegangan atas rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Greenland, telah menciptakan keretakan dalam hubungan yang dulunya sangat erat antara MAGA dan sayap kanan ekstrem Eropa.

"Make America Great Again" (Kembalikan Kejayaan Amerika) disingkat sebagai MAGA adalah slogan kampanye dalam politik Amerika Serikat yang pertama kali muncul dalam kampanye Ronald Reagan tahun 1980.

Rekomendasi Untuk Anda

Donald Trump kemudian mendaftarkan slogan ini sebagai merek jasa di Amerika Serikat.

Diberitakan AP News, perpecahan ini tampaknya menandakan bahwa keselarasan ideologis saja mungkin tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran di kalangan nasionalis Eropa atas intervensi Trump di luar negeri.

Para pemimpin sayap kanan di Jerman, Italia, dan Prancis telah mengkritik keras rencana Trump di Greenland.

Bahkan Nigel Farage, sekutu lama Trump dan kepala partai nasionalis Reform UK, menyebut langkah Trump di Greenland sebagai "tindakan yang sangat bermusuhan."

Selama debat pada Selasa (20/1/2026) di Parlemen Eropa, para anggota parlemen sayap kanan yang biasanya bersekutu dengan Trump secara mayoritas mendukung penghentian pakta perdagangan Uni Eropa-AS karena kekhawatiran mereka terhadap ancaman-ancaman Trump, menyebutnya sebagai "pemaksaan", dan "ancaman terhadap kedaulatan."

Perbedaan pandangan yang begitu besar antara Trump dan para pengikutnya di Eropa cukup mengejutkan.

Partai-partai sayap kanan ekstrem meraih kekuasaan pada tahun 2024 di seluruh Uni Eropa, mengguncang kekuatan tradisional di 27 negara anggota blok tersebut, dari Spanyol hingga Swedia.

Kelompok politik mereka kini menguasai 26 persen kursi di Parlemen Eropa, menurut Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan.

Kurang dari setahun yang lalu, partai-partai sayap kanan Eropa berkumpul di Madrid untuk menyambut terpilihnya Trump di bawah slogan “Make Europe Great Again,” sementara Elon Musk, sebelum ia kehilangan dukungan Trump, telah mempromosikan tokoh dan figur sayap kanan Eropa di X , termasuk partai sayap kanan radikal Jerman, Alternative for Germany.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas