Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

7 Alasan Mengapa Eropa Justru Menghancurkan Dirinya Sendiri Jika Lawan Amerika di Greenland

Rusia akan memanfaatkan kelengahan ini untuk menguji NATO, memaksa Eropa untuk memilih: Menyelamatkan Greenland atau menyelamatkan Warsawa?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 7 Alasan Mengapa Eropa Justru Menghancurkan Dirinya Sendiri Jika Lawan Amerika di Greenland
Media sosial Truth @realDonaldTrump
PRESIDEN DONALD TRUMP - Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya menancapkan bendera AS di Greenland, disertai papan “Wilayah AS 2026”, ancaman caplok wilayah kian nyata, ketegangan geopolitik Arktik makin memanas. 

7 Alasan Mengapa Eropa Justru Menghancurkan Dirinya Sendiri Jika Lawan Amerika di Greenland

TRIBUNNEWS.COM - Eropa, saat ini, belum bisa mandiri tanpa dukungan Amerika Serikat (AS).

Hal itu diakui sendiri oleh Sekretaris Jenderal NATO, aliansi pertahanan negara-negara Eropa, Mark Rutte dalam dalam pertemuan Komite Urusan Luar Negeri (AFET) dan Komite Keamanan dan Pertahanan (SEDE) di Parlemen Eropa di ibu kota Belgia, Brussels. 

Baca juga: Apa Dampaknya Bagi Eropa Kalau NATO dan Amerika Serikat Tak Lagi Sejalan? Ini Kata Mark Rutte

Bukan cuma dalam aspek pertahanan, dalam hal ekonomi, ancaman Presiden AS, Donald Trump, untuk mengenakan tarif 25 persen pada mobil dan barang mewah Eropa bukan hanya soal pajak; Itu adalah perintah eksekusi bagi perekonomian Jerman dan Prancis, dua pentolan negara Eropa.

Hubungan AS dan Eropa memang sempat memanas saat Trump ngotot ingin mengontrol Greenland, pulau luas di Arktik yang menjadi wilayah otoritas Denmark, negara NATO.

Meski berujung pada negosiasi, negara-negara NATO sempat mulai menumpuk pasukannya di Greenland.

Andai perang NATO dan AS pecah, sejumlah analis menilai hal itu justru akan menghancurkan Eropa sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

Apa alasannya? Berikut ulasannya seperti dikutip dari WN, Selasa (27/1/2026):

1. Amunisi Hanya Cukup untuk 3 Hari

Simulasi perang memperkirakan kalau tanpa rantai pasokan AS, koalisi Eropa (Prancis/Jerman/Inggris) akan kehabisan amunisi berpemandu presisi dan peluru artileri dalam waktu 72 hingga 96 jam konflik intensitas tinggi. 

Industri pertahanan Eropa, yang belum pulih dari keterlambatan produksi tahun 2022–2025, tidak mungkin dapat memasok mesin perang di Arktik tanpa impor bubuk mesiu dan TNT dari Amerika

2. Kesenjangan Logistik

Mengirim pasukan ke Nuuk, ibu kota Greenland, itu mudah; Namun menjaga mereka tetap hidup adalah hal yang mustahil.

Angkatan Udara AS mengoperasikan hampir 220 pesawat C-17 Globemaster dibandingkan dengan armada gabungan Eropa yang kurang dari 60 pesawat angkut berat sejenis.

Di musim dingin Arktik yang keras, di mana setiap kalori dan peluru harus diterbangkan, Eropa kekurangan kapasitas "Jembatan Udara" untuk mempertahankan "Operasi Ketahanan Arktik" selama lebih dari dua minggu sebelum jalur pasokan runtuh.
 
3. Tombol Sakti Pemutus Digitalisasi

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas