7 Alasan Mengapa Eropa Justru Menghancurkan Dirinya Sendiri Jika Lawan Amerika di Greenland
Rusia akan memanfaatkan kelengahan ini untuk menguji NATO, memaksa Eropa untuk memilih: Menyelamatkan Greenland atau menyelamatkan Warsawa?
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
7 Alasan Mengapa Eropa Justru Menghancurkan Dirinya Sendiri Jika Lawan Amerika di Greenland
TRIBUNNEWS.COM - Eropa, saat ini, belum bisa mandiri tanpa dukungan Amerika Serikat (AS).
Hal itu diakui sendiri oleh Sekretaris Jenderal NATO, aliansi pertahanan negara-negara Eropa, Mark Rutte dalam dalam pertemuan Komite Urusan Luar Negeri (AFET) dan Komite Keamanan dan Pertahanan (SEDE) di Parlemen Eropa di ibu kota Belgia, Brussels.
Baca juga: Apa Dampaknya Bagi Eropa Kalau NATO dan Amerika Serikat Tak Lagi Sejalan? Ini Kata Mark Rutte
Bukan cuma dalam aspek pertahanan, dalam hal ekonomi, ancaman Presiden AS, Donald Trump, untuk mengenakan tarif 25 persen pada mobil dan barang mewah Eropa bukan hanya soal pajak; Itu adalah perintah eksekusi bagi perekonomian Jerman dan Prancis, dua pentolan negara Eropa.
Hubungan AS dan Eropa memang sempat memanas saat Trump ngotot ingin mengontrol Greenland, pulau luas di Arktik yang menjadi wilayah otoritas Denmark, negara NATO.
Meski berujung pada negosiasi, negara-negara NATO sempat mulai menumpuk pasukannya di Greenland.
Andai perang NATO dan AS pecah, sejumlah analis menilai hal itu justru akan menghancurkan Eropa sendiri.
Apa alasannya? Berikut ulasannya seperti dikutip dari WN, Selasa (27/1/2026):
1. Amunisi Hanya Cukup untuk 3 Hari
Simulasi perang memperkirakan kalau tanpa rantai pasokan AS, koalisi Eropa (Prancis/Jerman/Inggris) akan kehabisan amunisi berpemandu presisi dan peluru artileri dalam waktu 72 hingga 96 jam konflik intensitas tinggi.
Industri pertahanan Eropa, yang belum pulih dari keterlambatan produksi tahun 2022–2025, tidak mungkin dapat memasok mesin perang di Arktik tanpa impor bubuk mesiu dan TNT dari Amerika.
2. Kesenjangan Logistik
Mengirim pasukan ke Nuuk, ibu kota Greenland, itu mudah; Namun menjaga mereka tetap hidup adalah hal yang mustahil.
Angkatan Udara AS mengoperasikan hampir 220 pesawat C-17 Globemaster dibandingkan dengan armada gabungan Eropa yang kurang dari 60 pesawat angkut berat sejenis.
Di musim dingin Arktik yang keras, di mana setiap kalori dan peluru harus diterbangkan, Eropa kekurangan kapasitas "Jembatan Udara" untuk mempertahankan "Operasi Ketahanan Arktik" selama lebih dari dua minggu sebelum jalur pasokan runtuh.
3. Tombol Sakti Pemutus Digitalisasi
Baca tanpa iklan