Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Eks Menteri Inggris Sebut Dewan Perdamaian Trump Bakal Gagal Total, Singgung Nama Netanyahu

Mantan menteri Inggris di era Tony Blair, Barry Gardiner menyebut Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump bakal gagal total.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Eks Menteri Inggris Sebut Dewan Perdamaian Trump Bakal Gagal Total, Singgung Nama Netanyahu
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
GAGAL TOTAL - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, secara resmi menunjukkan dokumen atau piagam yang menjadi dasar pembentukan Dewan Perdamaian, Kamis (22/1/2026). Eks menteri Inggris di era pemerintahan Tony Blair, Barry Gardiner menyebut Dewan Perdamaian bentukan Trump akan gagal total. 

Ringkasan Berita:
  • Mantan menteri Inggris di era Tony Blair, Barry Gardiner memberikan kritikan tajam terhadap Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
  • Menurut Gardiner, badan tersebut tidak layak menyandang nama dewan perdamaian karena komposisi anggotanya yang kontroversial.
  • Gardiner menyoroti kehadiran tokoh-tokoh seperti Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin di dalam dewan yang sama.

TRIBUNNEWS.COM - Anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh sekaligus mantan menteri di era pemerintahan Tony Blair, Barry Gardiner melontarkan kritikan tajam terhadap Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump.

Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) resmi dibentuk Donald Trump pada 22 Januari 2026 lalu di sela pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Sebanyak 22 negara telah menandatangani piagam pendirian dan bergabung dalam Dewan Perdamaian.

Mengomentari pembentukan Dewan Perdamaian, Gardiner menyebut badan tersebut tidak layak menyandang nama dewan perdamaian karena komposisi anggotanya yang kontroversial.

Dalam wawancara eksklusif bersama media Inggris, LBC, Gardiner menyoroti kehadiran tokoh-tokoh seperti Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin di dalam dewan yang sama.

Menurutnya, keberadaan kedua tokoh tersebut justru menjadi antitesis dari tujuan perdamaian itu sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, salah satu poin krusial yang ditekankan Gardiner adalah ketiadaan perwakilan dari rakyat Palestina dalam dewan tersebut.

Ia menegaskan bahwa nasib Palestina tidak boleh diputuskan tanpa melibatkan pihak Palestina secara langsung.

"Kita perlu memetakan jalan ke depan yang menghormati hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina."

"Namun, sama sekali tidak ada representasi dari Palestina di dewan ini," ujar Gardiner dalam wawancaranya di YouTube LBC.

Ia juga menyinggung rekam jejak Netanyahu yang secara konsisten menentang solusi dua negara dan merusak fasilitas PBB di Yerusalem Timur.

Baca juga: Spanyol dan Jerman Membelot, Tolak Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

"Sangat sulit melihat bagaimana sebuah dewan yang menampung Netanyahu dan Putin dapat disebut sebagai dewan perdamaian," tambahnya.

Gardiner mengkhawatirkan bahwa dewan ini hanyalah alat bagi Trump untuk mengabaikan mekanisme internasional yang sudah ada, termasuk PBB.

Ia menduga ada motif strategis di balik langkah Trump yang juga mengajak Putin bergabung.

"Sepertinya Trump sedang memberi pesan kepada Putin: Anda boleh memiliki pengaruh di Eropa, sementara saya akan menarik fokus dari NATO dan Eropa untuk beralih ke China dan Pasifik," jelas Gardiner.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas