RQ-170 Sentinel: Drone Rahasia Amerika yang Membantu Menjatuhkan Maduro
Lockheed Martin mengonfirmasi drone rahasia RQ-170 Sentinel berperan dalam operasi militer AS di Venezuela.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Artinya, pesawat ini dapat melakukan pengintaian tanpa secara aktif memancarkan sinyal yang berpotensi mengungkapkan lokasinya.
Kemampuan tersebut sangat berharga dalam operasi melawan musuh dengan pertahanan udara canggih atau di lingkungan yang sensitif secara politik, di mana kehati-hatian sangat penting.
Para analis meyakini kontribusi utama RQ-170 dalam misi di Venezuela adalah menyajikan kondisi dan situasi secara real time.
Dengan beroperasi di ketinggian, drone tersebut hampir pasti memberikan pemantauan terhadap lokasi-lokasi penting, pergerakan pasukan, dan posisi pertahanan udara.
Dalam lingkungan yang kompleks, di mana pasukan sekutu dan kepemimpinan nasional beroperasi secara bersamaan, intelijen semacam itu dapat membentuk pengambilan keputusan serta mengurangi risiko terhadap personel.
Selain citra udara, drone tersebut kemungkinan juga berkontribusi dalam proses intelijen yang lebih luas.
Sensornya dapat memberikan data untuk penilaian kerusakan pertempuran terhadap target yang dihantam rudal jelajah atau mendukung penyisipan dan penarikan unit operasi khusus di wilayah perkotaan Caracas.
Keterlibatan RQ-170 dalam Operasi Absolute Resolve menambah informasi yang masih relatif terbatas tentang drone ini.
Angkatan Udara AS baru secara resmi mengakui keberadaan Sentinel pada 2009, dua tahun setelah pertama kali terlihat di Afghanistan dan dijuluki “Binatang Buas Kandahar”.
Pernah Digunakan dalam Misi-Misi Penting
Mengutip The War Zone, RQ-170 Sentinel digunakan untuk memantau berbagai aspek program nuklir Iran.
Sentinel pernah membuat gempar karena jatuh di Iran pada tahun 2011, yang dianggap sebagai kerugian intelijen besar bagi Amerika.
RQ-170 juga diduga berperan dalam serangan Operasi Midnight Hammer terhadap situs-situs nuklir Iran tahun lalu, dengan menyediakan pengawasan langsung dari udara serta intelijen untuk penilaian kerusakan pasca-serangan.
Pesawat pengintai Sentinel diketahui telah memantau kompleks pendiri Al Qaeda, Osama bin Laden, di Pakistan menjelang operasi yang menewaskannya pada 2011.
Peristiwa tersebut, bersama operasi di Iran, menjadi contoh utama kemampuan Sentinel dalam memantau target penting secara terus-menerus, bahkan di wilayah terlarang.
Persiapan dan pelaksanaan Operasi Absolute Resolve juga mengikuti pola serupa dengan misi penangkapan Osama bin Laden.
Baca tanpa iklan