Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bagaimana Mungkin Pilot Pesawat Pengebom B-2 Tidur saat Terbang 30 Jam Nonstop?

Pesawat pembom B-2 Spirit mampu terbang nonstop hingga lebih dari 30 jam dengan dua pilot yang bergantian tidur siang di ruang sempit kokpit.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Kokpit B-2 relatif sempit, tetapi terdapat ruang selebar sekitar 1,83 meter tepat di belakang kursi tempat pilot dapat berbaring.

Pilot dilatih dan didukung oleh tenaga medis yang mengajari mereka teknik untuk mengatasi beban fisik dan psikologis dari kondisi tersebut.

Kapten Caleb James, seorang dokter dari Grup Medis ke-509, mengatakan kepada Defense News:

“Ada cara untuk menggeser ritme sirkadian maju atau mundur dengan mendapatkan jumlah tidur yang cukup, mengubah jadwal tidur, dan bahkan memodifikasi pola makan.”

Untuk misi yang melebihi kemampuan kebanyakan orang dalam satu hari, dokter terkadang meresepkan obat jika awak membutuhkan sedikit dorongan tambahan agar tetap fokus pada misi.

Setiap waktu tidur siang yang diambil harus dijadwalkan di antara tugas-tugas penting selama misi.

Letnan Kolonel Niki “Rogue” Polidor, seorang pilot B-2 sekaligus kepala keselamatan Sayap Pembom ke-509, menjelaskan kepada media bahwa pilot biasanya tidur siang selama beberapa jam, tetapi hal itu bergantung pada rute penerbangan, lokasi pengisian bahan bakar di sepanjang rute, serta jadwal aktivitas persenjataan.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah kru mendarat, mereka melakukan pengarahan dan kemudian beristirahat sejenak.

Misi Serangan ke Iran Butuh Waktu 37 Jam

Mengutip National Interest, penerbangan komersial terpanjang saat ini adalah rute New York–Singapura, yang menempuh jarak hampir 9.536 mil (15.348,7 kilometer) dalam waktu kurang dari 19 jam.

Untungnya bagi penumpang, kabin pesawat memiliki kelas bisnis dan ekonomi premium yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan.

Bahkan penumpang kelas ekonomi masih dapat berdiri dan meregangkan kaki dengan berjalan ke toilet.

Hal ini sangat berbeda dengan kondisi para awak tujuh pesawat B-2 Angkatan Udara Amerika Serikat yang menjalankan misi pengeboman ke Iran tahun lalu.

OPERATION MIDNIGHT HAMMER - Gambar yang dirilis Kementerian Pertahanan AS, memperlihatkan rute tim pesawat pengebom B-2 Spirit dalam serangan ke Iran pada 21 Juni 2025.
OPERATION MIDNIGHT HAMMER - Gambar yang dirilis Kementerian Pertahanan AS, memperlihatkan rute tim pesawat pengebom B-2 Spirit dalam serangan ke Iran pada 21 Juni 2025. (Kementerian Pertahanan AS)

Sebagai informasi, pada 21 Juni 2025, pesawat pembom siluman B-2 Spirit AS melakukan serangan jarak jauh yang sangat presisi ("Operasi Midnight Hammer") terhadap fasilitas nuklir Iran, khususnya menargetkan lokasi yang sangat terlindungi di Fordow dan Natanz. 

Tujuh pesawat B-2 terbang dari Missouri, AS menggunakan 14 bom penghancur bunker (GBU-57) berukuran besar untuk merusak infrastruktur bawah tanah yang dalam.

Serangan oleh B-2 menyebabkan "kerusakan parah" pada situs-situs nuklir Iran, menurut laporan IAEA.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas