Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bagaimana Mungkin Pilot Pesawat Pengebom B-2 Tidur saat Terbang 30 Jam Nonstop?

Pesawat pembom B-2 Spirit mampu terbang nonstop hingga lebih dari 30 jam dengan dua pilot yang bergantian tidur siang di ruang sempit kokpit.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Selama menjalankan misi, sebanyak 14 pilot di 7 pesawat menghabiskan waktu 37 jam terbang tanpa henti dalam misi dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri, lalu kembali ke pangkalan semula.

Ini merupakan penerbangan terpanjang yang pernah dilakukan Angkatan Udara AS sejak serangan udara ke Afghanistan setelah serangan teroris 11 September 2001.

Keuntungan terbesar dari misi jarak jauh adalah pesawat pembom tidak perlu ditempatkan di pangkalan udara lain, begitu pula awak darat dan personel pendukung tidak perlu dikerahkan lebih dulu.

Namun, kelemahannya adalah durasi penerbangan yang sangat panjang ke Timur Tengah dan kembali.

Dokter serta ahli fisiologi di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman membantu para pilot mempersiapkan tubuh dan pikiran mereka untuk misi tersebut.

Selain tempat tidur lipat untuk beristirahat, B-2 juga dilengkapi microwave dan pendingin yang berisi makanan ringan.

Meski kokpit B-2 tampak kecil dibandingkan ukuran luarnya, terdapat cukup ruang kepala bagi awak di belakang kursi.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini cukup unik di antara pesawat pembom Angkatan Udara AS yang masih beroperasi saat ini, meskipun pesawat Rockwell B-1B Lancer dan Boeing B-52H Stratofortress memiliki ruang interior yang lebih besar dibandingkan B-2 Spirit.

Namun, awak kabin Lancer dan Stratofortress yang lebih banyak dengan cepat memenuhi ruang yang tersedia, sementara mereka tetap hanya berbagi satu tempat tidur untuk beristirahat selama penerbangan panjang.

Untuk toilet, B-2 memiliki kamar kecil yang terletak tepat di belakang kursi awak.

Mengingat kondisinya yang terbatas, sebagian besar pilot B-2 perlu memperhatikan apa yang mereka makan sebelum misi dan kemudian hanya mengonsumsi makanan sederhana, seperti sandwich, selama penerbangan.

Fokus utama adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi selama penerbangan panjang.

Kafein umumnya dihindari karena dehidrasi sudah menjadi masalah di ketinggian.

Sebagai gantinya, pilot dianjurkan minum sekitar satu botol air per jam selama misi panjang.

Letnan Jenderal Steve Basham (Purn.), yang menerbangkan B-2 selama sembilan tahun, mengatakan kepada Reuters bahwa makanan andalannya adalah sandwich kalkun dengan roti gandum tanpa keju, meski rasanya sangat hambar.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas