Dana Khusus Valuta Asing Jepang Disebut Harta Karun Tersembunyi, Cadangan Devisa 210 Triliun Yen
Dana Khusus Valuta Asing Jepang kembali disorot jelang pemilu. Cadangan devisa 210 triliun yen disebut harta karun tersembunyi
Editor:
Eko Sutriyanto
Langkah ini pada dasarnya setara dengan intervensi pasar valuta asing dan berpotensi mengguncang pasar obligasi global.
Selain risiko pasar, langkah tersebut juga hampir pasti memicu keberatan dari pemerintah Amerika Serikat, sehingga dinilai sulit dilakukan secara politis maupun diplomatis.
Ekonom Kiuchi Takahide dari Nomura Research Institute menegaskan bahwa keuntungan cadangan devisa akibat pelemahan yen pada dasarnya adalah “harta karun yang tidak bisa digunakan”.
Menurutnya, meski terlihat besar di atas kertas, realisasi dana tersebut tidak realistis tanpa menimbulkan dampak serius terhadap stabilitas pasar dan hubungan internasional.
Perdebatan ini diperkirakan akan terus menjadi isu sentral menjelang pemungutan suara, seiring publik menimbang janji pemotongan pajak dan risiko fiskal jangka panjang yang menyertainya.
Diskusi finansial di Jepang bersama komunitas Pencinta Jepang terbuka dan gratis. Kirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com.
Baca tanpa iklan