Krisis Bahan Bakar di Kuba karena Tekanan AS, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui
Kuba mengalami krisis bahan bakar akibat sanksi Amerika Serikat yang memutus pasokan minyak dari Venezuela dan menekan pemasok lain.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Maskapai itu menyatakan:
“Air Canada mengambil keputusan ini setelah menerima pemberitahuan dari pemerintah (NOTAM) mengenai ketidakandalan pasokan bahan bakar penerbangan di bandara Kuba.”
“Diperkirakan mulai 10 Februari, bahan bakar penerbangan tidak akan tersedia secara komersial di bandara-bandara di pulau tersebut.”
Maskapai WestJet Kanada juga mulai membatalkan sejumlah penerbangan.
Beberapa wisatawan Inggris yang menuju Kuba melakukan perjalanan melalui Kanada.
Jika mereka telah memesan tiket lanjutan melalui Air Canada atau WestJet, mereka berhak memperoleh pengembalian dana penuh.
3. Nasib Turis yang Berniat Pulang
Lantas, apa yang akan terjadi pada turis atau penumpang yang berada di Kuba dan hendak pulang?
Ribuan penumpang yang menunggu penerbangan pulang dari Kuba akan diterbangkan menggunakan penerbangan khusus.
Air Canada menyatakan:
“Untuk penerbangan yang tersisa, Air Canada akan mengisi bahan bakar tambahan (tanker) dan melakukan pemberhentian teknis seperlunya untuk mengisi bahan bakar pada perjalanan pulang jika diperlukan.”
Istilah “tanker” berarti pesawat yang terbang ke Kuba akan membawa bahan bakar lebih banyak dari kebutuhan perjalanan pergi.
Jika sisa bahan bakar tidak mencukupi, Air Canada akan mengalihkan penerbangan ke lokasi seperti Bahama untuk mengisi ulang tangki.
4. Keputusan Maskapai Lain
Saat ini, banyak penerbangan penghubung ke Havana dan bandara Kuba lainnya berasal dari bandara terdekat, termasuk Miami, yang tidak mengalami masalah pasokan bahan bakar.
Penerbangan utama dari Eropa meliputi rute Iberia dan Air Europa dari Madrid ke Havana, Air France dari Paris ke Havana, serta Turkish Airlines dari Istanbul ke Havana.
Kemungkinan besar, pesawat-pesawat ini akan melakukan pemberhentian teknis untuk mengisi bahan bakar sebelum penerbangan pulang.
5. Mengapa AS "Mengganggu" Kuba?