Negosiasi Rusia-Ukraina Memanas, Zelensky Kritik Sikap Trump
Volodymyr Zelenskyy kritik tekanan Donald Trump dalam negosiasi damai Rusia-Ukraina yang berlangsung tegang di Jenewa.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Zelenskyy menilai Trump memberi tekanan tidak adil kepada Ukraina dalam negosiasi damai dengan Rusia di Jenewa.
- Di tengah pembicaraan yang disebut tegang, Ukraina terus melancarkan serangan drone ke fasilitas energi Rusia.
- Sementara itu, ketegangan regional juga terlihat dari penutupan Bandara Vilnius dan pelepasan kapal tanker Rusia oleh Prancis.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.456 pada Rabu (18/2/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Donald Trump memberikan tekanan tidak adil kepada Ukraina dalam negosiasi damai dengan Rusia.
Trump meminta Ukraina segera datang ke meja perundingan saat pembicaraan berlangsung di Jenewa.
Negosiator menyebut diskusi berjalan tegang dan akan dilanjutkan pada Rabu.
Di tengah negosiasi, Ukraina melancarkan serangan drone ke sejumlah fasilitas energi dan industri di Rusia.
Sementara itu, Bandara Vilnius sempat ditutup akibat balon cuaca dari Belarus yang memasuki wilayah udaranya.
Prancis juga melepaskan kapal tanker Grinch yang diduga terkait armada bayangan Rusia setelah pemiliknya membayar denda.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022, saat Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina.
Serangan ini terjadi setelah hubungan kedua negara memburuk selama bertahun-tahun, terutama karena perbedaan sikap politik dan keamanan.
Akar konflik bermula sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka dengan arah kebijakan yang berbeda.
Ukraina kemudian semakin mendekat ke negara-negara Barat, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan.
Langkah Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan dan kepentingan nasionalnya.
Baca juga: Ukraina Rebut 201 Kilometer Persegi dari Rusia, Trump Desak Zelensky Segera Berunding
Ketegangan meningkat pada 2014 setelah pergantian pemerintahan di Ukraina, yang diikuti dengan pencaplokan Krimea oleh Rusia dan pecahnya konflik bersenjata di wilayah Donbas.
Upaya perdamaian sempat dilakukan melalui jalur diplomasi internasional, namun tidak membuahkan hasil jangka panjang.
Baca tanpa iklan