Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Peringatan Keras Ali Khamenei ke AS, Singgung Senjata yang Bisa Tenggelamkan Kapal Induk

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) soal pengerahan kapal induk.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat penguatan aliansi strategis antara kedua negara dalam menghadapi tekanan Barat, khususnya AS.

Berdasarkan laporan kantor berita lokal yang dikutip Al Arabiya pada Rabu (18/2/2026), latihan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi operasional dan keamanan maritim di jalur perdagangan vital.

Latihan bersama ini dijadwalkan akan melibatkan berbagai jenis kapal perang, termasuk kapal perusak dan armada pendukung dari kedua belah pihak.

"Latihan angkatan laut gabungan Republik Islam Iran dan Rusia akan berlangsung besok (Kamis) di Laut Oman dan di Samudra Hindia bagian utara," kata juru bicara latihan, Laksamana Muda Hassan Maghsoudloo.

"Tujuannya adalah untuk memperkuat keamanan maritim dan memperdalam hubungan antara angkatan laut kedua negara," tambahnya, tanpa menyebutkan durasi latihan tersebut.

Pembicaraan sebelumnya antara Iran dan AS gagal menyusul serangan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran pada Juni 2025.

Baca juga: Rusia, China, dan Iran Unjuk Kekuatan, Gelar Latihan Perang di Jalur Minyak Dunia

Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan kekuatan angkatan laut yang signifikan di wilayah tersebut, yang ia gambarkan sebagai "armada".

Rekomendasi Untuk Anda

Para pejabat Iran telah berulang kali mengancam akan memblokir Selat Hormuz, terutama selama periode ketegangan dengan Amerika Serikat, tetapi selat tersebut belum pernah ditutup.

Sebagai jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair global, Selat Hormuz telah menjadi lokasi beberapa insiden di masa lalu dan kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya tekanan di tengah pembicaraan AS-Iran.

Iran mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan menutup sebagian selat tersebut selama beberapa jam karena alasan "keamanan" selama latihan militer mereka sendiri di selat tersebut.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas